DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH LAMA PENDINGINAN PINSET DAN SCALPEL PADA STERILISASI ALAT DI DALAM LAF (Laminar Air Flow) TERHADAP KEBERHASILAN SUBKULTUR NANAS VARIETAS TAMBAN
PENGARANG:DHEA ASTRY ANGGRAENI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-02


Lama Pendinginan Pinset dan Scalpel pada Sterilisasi Alat di dalam LAF (Laminar Air Flow) diteliti pengaruhnya terhadap Keberhasilan Subkultur Nanas Varietas Tamban. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang ditata dengan rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan sterilisasi alat dalam subkultur yang terdiri dari 9 taraf perlakuan yaitu, p1  =  direndam alkohol 96%  +  diganggang 30 detik  +  direndam aquades steril selama 15 detik, p2 = direndam alkohol 96% + diganggang 30 detik + didinginkan  pada suhu ruang di dalam LAF ±20? selama 5 detik, p3 = direndam alkohol 96% + diganggang 30 detik + didinginkan  pada suhu ruang di dalam LAF ±20? selama 10 detik, p4 = direndam alkohol 96% + diganggang 30 detik + didinginkan  pada suhu ruang di dalam LAF ±20? selama 15 detik, p5 = direndam alkohol 96% + diganggang 30 detik + didinginkan  pada suhu ruang di dalam LAF ±20? selama 20 detik, p6 = direndam alkohol 96% + diganggang 30 detik + didinginkan  pada suhu ruang di dalam LAF ±20? selama 25 detik, p7 = direndam alkohol 96% + diganggang 30 detik + didinginkan  pada suhu ruang di dalam LAF ±20? selama 30 detik, p8 = direndam alkohol 96% + diganggang 30 detik + didinginkan  pada suhu ruang di dalam LAF ±20? selama 35 detik, p9 = direndam alkohol 96% + diganggang 30 detik + didinginkan  pada suhu ruang di dalam LAF ±20? selama 40 detik.Variabel pengamatan adalah persentase kontaminasi (%), waktu muncul kontaminasi (HSSk), persentase eksplan hidup (%), persentase browning (%), dan waktu muncul browning (HSSk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pendinginan pinset dan scalpel pada sterilisasi alat terhadap keberhasilan subkultur nanas varietas Tamban berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan persentase kontaminasi, waktu muncul kontaminasi, dan persentase eksplan hidup, namun tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan persentase browning dan waktu muncul browning. Perlakuan p7 memberikan hasil persentase kontaminasi lebih rendah (40,74%) dan persentase eksplan hidup lebih tinggi (62,96%)  daripada  perlakuan p1 dan tidak berbeda nyata dengan kombinasi perlakuan lainnya. Perlakuan p7  dan p8 menunjukkan waktu muncul kontaminasi yang lebih lama (26,00 HSSk dan 23,00 HSSk) daripada perlakuan p1 dan tidak berbeda nyata dengan kombinasi perlakuan lainnya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI