DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PARE MENGGUNAKAN MODEL DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) DI KABUPATEN TANAH LAUT
PENGARANG:RANA PERTIWI POHAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-02


Tujuan pada penelitian ini ialah untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis dan menguji faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani pare dengan mengestimasi faktor umur, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, jumlah anggota keluarga, status kepemilikan lahan, dan pendapatan diluar usahatani.  Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, pada bulan Februari 2024 sampai dengan Juli 2024. 

Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Tanah Laut merupakan sentra penghasil sayuran salah satu yang terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan.  Responden pada penelitian ini sebanyak 50 petani.  Penentuan sampel dilakukan secara sensus. Metode pengolahan data yang digunakan untuk menganalisis efisiensi teknsi, menggunakan model Data Envelopment Analysis (DEA) dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis menggunakan regresi Logit.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penggunaan input petani responden yaitu luas lahan 0,47 ha, benih pare 166 gr/ha, pupuk organik 2.659 kg/ha, pupuk anorganik 208 kg/ha, pestisida cair 7,08 liter/ha, pestisida padat 7,24 kg/ha, tenaga kerja 339 HKSP.  Analisis efisiensi teknis dengan DEA menunjukkan bahwa petani tidak efisien secara teknis dalam produksi pare dengan rata-rata efisiensi teknis sebesar 80,8 % untuk  model  Constants Return to Scale (CRS),  89,9 % untuk model Variable Return to Scale (VRS), dan 89,8 % untuk model Efficiency Scale (ES).  Petani responden dengan kondisi Increasing Return to Scale (IRS) 32%, kondisi Constant Return to Scale (CRS) 26 % serta kondisi Decreasing Return to Scale (DRS) 42 %.  Model regresi Logit untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi efisiensi, mengungkapkan bahwa faktor umur petani, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani berpengaruh negatif, sedangkan faktor jumlah tanggungan keluarga, status kepemilikan lahan, pendapatan luar usahatani berpengaruh negatif terhadap efisiensi teknis usahatani pare.  Peningkatan efisiensi teknis di Kabupaten Tanah Laut masih bisa dioptimalkan dengan pengurangan penggunaan input produksi sesuai dengan penggunaan input produksi petani pare lain, yang sudah efisien secara teknis.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI