DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Efektifitas Induk Jantan Fungsional pada Pemijahan Ikan Papuyu (Anabas testudineus Bloch) dengan Sex Rasio Berbeda untuk Produksi Benih Monosex Betina | |
| PENGARANG | : | BUNASIR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-03 |
ABSTRAK
BUNASIR. 2024. Efektifitas Induk Jantan Fungsional pada Pemijahan Ikan Papuyu (AnabastestudineusBloch)denganSex RasioBerbeda untukProduksiBenihMonosexBetina. Pemimbing 1. Dr.Slamat,S.Pi.,M.Si., Pembimbing 2. Dr.Ir.H.PahmiAnsyari,M.S.
Kata kunci: Papuyu, Sex Rasio, Fertilisasi, Daya tetas telur, persentasi betina
Salah satu cara untuk efektifitas penggunaan induk jantan fungsional adalah dengan perbandingan sex rasio yang berbeda pada pemijahan ikan papuyu. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh perbandingan sex rasio pada fertilisasi dan daya tetas telur ikan papuyu. Tempat kegiatan penelitian utama dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin Kalimantan Selatan. Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter penelitian yaitu fertilisasi , daya tetas telur, dan persentasi benih betina. Pengaruh perbandingan sex rasio pada fertilisasi dan daya tetas telur ikan papuyu yaitu fertilitas tertinggi sebesar 94,40%, dengan sex rasio pada Perlakuan C (Perbandingan 1 : 3) dan daya tetes telur terbaik sebesar 99,44%, pada perlakuan B dengan perbandingan sex rasio 1 : 2. Rerata Tingkat Persentase betina pada benih ikan papuyuberkisar 89,33 – 91,667%. Tingkat Persentase betina pada benih ikan papuyu tertinggi pada perlakuan B (Perbandingan 1 : 2) sebesar 91,67% , Perlakuan C (Perbandingan 1 : 3) sebesar 91% dan perlakuan D (1 : 4) sebesar 90,33%, dan Perlakuan A(1 : 1) sebesar 89,33%.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI