DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KANDUNGAN PEWARNA SINTETIS PADA JAJANAN PASAR KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | NORSAHILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-04 |
Jajanan pasar adalah makanan tradisional yang biasanya dijual di pasar- pasar lokal seperti dipasar Bauntung kota Banjarbaru. Beberapa jenis jajanan pasar menggunakan pewarna sintetis untuk memberikan warna yang menarik pada makanan. Pewarna terbagi dua yaitu pewarna alami dan sintetis. Pewarna sintetis sering digunakan karena harganya lebih murah dan lebih mudah diperoleh dibanding pewarna alami. Pemakaian pewarna sintetis selain memiliki dampak positif bagi produsen serta konsumen, dapat pula menimbulkan dampak negatif terutama bagi konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis zat pewarna sintetis yang tekandung dan jumlah kadar pewarna sintetis berdasarkan batas penggunaan maksimum dalam produk yang ditetapkan oleh BPOM dan batas konsumsi menurut ADI (Acceptable Daily Intake) pada jajanan pasar yang berasal dari pasar Bauntung kota Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan analisis laboratorium dan dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor tunggal berupa jajanan pasar sebanyak 10 kue. Pada pengujian kuantitatif masing-masing sampel dilakukan 3 kali pengulangan. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini berdasarkan uji kualitatif dan kuantitatif pewarna sintetis, batas maksimum penggunaan dan batas konsumsi berdasarkan perhitungan ADI. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Berdasarkan hasil uji kualitatif pewarna sintetis ada tiga pewarna yang terdeteksi yaitu pewarna tartrazine, brilliant blue FCF dan erytrosine. Ketiga pewarna tersebut sudah sesuai dengan Permenkes RI No 722/Menkes/Per/IX/1988. Sampel yang positif pewarna tartrazine dan erytrosine memiliki kadar yang tidak melebihi batas maksimum penggunaan yang telah ditetapkan oleh BPOM, sedangkan sampel yang positif pewarna campuran yaitu campuran dari pewarna tartrazine dan brilliant blue FCF menunjukkan bahwa sebanyak 6 sampel masih dalam batas aman konsumsi penggunaan pewarna campuran sehingga sangat aman untuk dikonsumsi. Terdapat 1 sampel yang melebihi kadar yang telah ditetapkan yaitu kue nona manis sebesar 106,36 mg/kg.Berdasarkan nilai ADI pada sampel yang mengandung pewarna tartrazine dan brilliant blue FCF sangat aman untuk dikonsumsi. Sedangkan pada sampel yang mengandung pewarna erytrosine pada roti kukus memiliki batas konsumsi sebesar ±1 kue/hari.
Kata Kunci : Batas penggunaan maksimum, batas konsumsi jajanan pasar, nilai ADI, pewarna sintetis.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI