DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN MANGROVE BERDASARKAN TINGKAT KERAPATAN DI DESA BAWAH LAYUNG KECAMATAN KURAU KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | M.ILFANNOR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-04 |
Ekosistem mangrove merupakan tumbuhan yang hidup di daerah intertidal. Tumbuhan ini menghasilkan serasah lalu terdekomposisi sehingga bermanfaat bagi kesuburan tanah dan biota laut lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi serasah mangrove dan laju dekomposisinya dan hubungannya dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juni 2024 di Desa Bawah Layung Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam menentukan stasiun penelitian ini adalah purpossive sampling dengan 2 kategori kerapatan mangrove yaitu, sedang dan jarang. Hasil dari pengamatan bahwa jenis mangrove yang ditemukan pada lokasi penelitian berjumlah 3 jenis yaitu, Avicennia marina, Exoecaria agallocha dan Rhizophora mucronata. Serasah yang terproduksi oleh mangrove selama 45 hari pada Stasiun 1 dengan kerapatan sedang berjumlah 7,50 g/m2/hari, pada Stasiun 2 kerapatan sedang berjumlah 3,70 g/m2/hari, dan pada Stasiun 3 dengan kerapatan jarang berjumlah 2,08 g/m2/hari. Laju dekomposisi tertinggi selama 45 hari adalah mangrove dengan kerapatan sedang pada Stasiun 1 dengan persentase 84,63%, kemudian laju dekomposisi terendah adalah mangrove pada Stasiun 3 dengan kerapatan jarang dengan persentase 74,48%. Hubungan antara laju dekomposisi dan parameter lingkungan menggunakan analisis korelasi Pearson Product Momen, yaitu suhu dan pH hubungannya lemah, sedangkan DO dan salinitas hubungannya kuat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI