DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS DEBIT AIR PADA DAS SERATAK KABUPATEN KOTABARU | |
| PENGARANG | : | ALDY YUDHA PRATAMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-04 |
ABSTRAK. Debit air adalah laju dari aliran berupa air dalam saluran aliran sungai dengan volume per satuan waktu yang ditentukan. Pengukuran debit air dilakukan menggunakan metode currentmeter. Data yang dikumpulkan yaitu berupa data primer serta data sekunder. Data primer mencakup pengukuran kecepatan aliran arus sungai, tinggi muka air, luas penampang, serta debit air. Sedangkan data yang berupa sekunder didapat dari instansi, selanjutnya akan melakukan hitungan lebih lanjut. Penganbilan data ini dilakukan di DAS Seratak yang lamanya dua bulan, yaitu April-Juni 2024. Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa pada titik pertama, jumlah rata-rata debit air adalah 0,480 m³/detik didapatkan rata-rata tinggi muka air 0,22 m. Titik kedua, rata-rata besar debit air adalah 0,663 m³/detik didapatkan rata-rata tinggi muka air 0,24 m. Titik ketiga rata-rata besar debit air mencapai 0,636 m³/detik dengan rata-rata tinggi muka air 0,28 m. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hubungan antara debit air dan tinggi muka air pada titik pertama adalah 0,9788, pada titik kedua 0,8840, dan pada titik ketiga 0,9938, yang menunjukkan bagian hulu dan hilir memiliki korelasi yang sangat kuat, sementara bagian tengah memiliki korelasi yang kuat. Penampang melintang basah pada DAS Seratak di titik hulu memiliki lebar 9,80 m (1,4 m per segmen), di titik tengah lebar 8,40 m (1,2 m per segmen), dan di titik hilir lebar 8,05 m (1,15 m per segmen). Perbedaan luas dari penampang ini sesuai dengan keadaan sungai, dimana lebar serta kedalaman dari penampang basah sungai berpengaruh terhadap debit airnya. Bertambah besar kedalaman sungai, maka bertambah besar debit air yang didapat.
Kata kunci: Tinggi muka air, Debit air
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI