DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Estimasi Potensi Cadangan Karbon Berbasis Indeks Vegetasi pada Hutan Mangrove di Kabupaten Kotabaru | |
| PENGARANG | : | ROHMATUS RIZQY KISNA YUNANTA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-04 |
ABSTRAK
ROHMATUS RIZQY KISNA YUNANTA. 2024. “Estimasi Potensi Cadangan Karbon Berbasis Indeks Vegetasi pada Hutan Mangrove di Kabupaten Kotabaru”. Tesis. Program Studi Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Prof. Dr. Drs. Suyanto, M.P. dan Dr. Ir. Mufidah Asy’ari, M.P.
Keywords: karbon, mangrove, NDVI, penyerap karbon, nilai ekonomi karbon
Hutan mangrove Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar dengan luas hutan diperkirakan mencapai 3,5 juta ha dan panjang pantai sebesar 95.161 km. Namun, pengalihfungsian lahan yang terjadi akhir-akhir ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyebabkan luas hutan mangrove mengalami degradasi. Degradasi hutan mangrove ini kebanyakan disebabkan oleh masyarakat yang mengubah fungsi hutan menjadi tambak ikan. Padahal fungsi dari hutan mangrove sangat besar bagi manusia salah satunya sebagai penyerap karbon. Cadangan karbon yang mampu disimpan oleh hutan mangrove lebih besar dibandingkan dengan jenis tutupan lahan berhutan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi cadangan karbon pada hutan mangrove, menganalisis serapan CO2, serta nilai ekonomi karbon dan O2 yang dilepaskan pada hutan mangrove di Kabupaten Kotabaru. Metode NDVI digunakan untuk membagi kelas penutupan hutan mangrove menjadi beberapa kelas yaitu hutan mangrove jarang, sedang, dan rapat. Data kuantitatif yang tidak bisa diperoleh dari metode NDVI, dilakukan dengan metode ground survey dengan mengambil sampel karbon diatas permukaan tanah (biomassa pohon, tanah, tumbuhan bawah, nekromassa batang kayu, dan nekromassa serasah). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa cadangan karbon rata-rata pada hutan mangrove di Kabupaten Kotabaru adalah sebesar 140,31 ton/ha. Cadangan karbon tertinggi terdapat pada kelas NDVI hutan mangrove rapat sebesar 184,57 ton/ha, kemudian hutan mangrove sedang sebesar 149,41 ton/ha, dan hutan mangrove jarang sebesar 86,96 ton/ha. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa semakin rapat tegakan vegetasi, maka semakin besar pulacadangan karbon yang mampu disimpan. Selain itu, serapan total CO2 yang mampu ditangkap oleh hutan mangrove di Kabupaten Kotabaru adalah sebesar 15.149.044,60 ton. Nilai ekonomi hutan mangrove di Kabupaten Kotabaru sebagai penyerap karbon adalah sebesar Rp. 660.448.811.052,34, sedangkan sebagai penghasil oksigen adalah sebesar Rp. 4.072.612.919.187,59. Kelas NDVI hutan mangrove rapat memiliki cadangan karbon yang tinggi karena lokasinya tidak berhadapan langsung dengan laut lepas sehingga terhindar dari gelombang dan abrasi, serta jauh dari pemukiman masyarakat sehingga kondisi tutupan lahannya lebih terjaga dibandingkan kelas NDVI lainnya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI