DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PERBANDINGAN PASIR BARITO DENGAN PASIR SILIKA TERHADAP SIFAT FISIK DAN SIFAT MEKANIK BETON GEOPOLIMER BERSERAT | |
| PENGARANG | : | GILBERT WEDEN HUTASOIT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-05 |
Pembangunan IKN akan membutuhkan 1.943.092 ton semen dan 3.530.000 m3 pasir antara tahun 2022 hingga 2024, namun kapasitas produksi pasir Sungai Barito di Kalimantan Selatan hanya 1.590.100 m3 per tahun (Wirawan dan Unaida, 2023). Para ahli mengatakan bahwa 7% emisi CO2 berasal dari produksi semen, dan mengurangi produksi semen sebesar 1 ton akan mengurangi emisi CO2 sebesar 1 ton. Beton geopolimer dikenal sebagai bangunan hijau atau arsitektur ramah lingkungan dan memberikan alternatif untuk mengurangi konsumsi semen dan dampak lingkungannya (Waani et al., 2017). Beton geopolimer adalah bahan aluminium silikat anorganik yang terbuat dari bahan tambahan seperti abu terbang, asap silika, dan abu sekam padi, yang diikat bersama melalui proses polimerisasi daripada reaksi hidrasi seperti beton tradisional (Davidovits, 1997; 2005)
Beton Geopolimer pada penelitian merupakan variasi perbandingan antara pasir barito dan pasir silika yang dicampur dengan aktivator basa 8M NaOH dan Na2SiO3 dengan perbandingan 100%: 0%, 70%: 30%, 50%: 50%, 2,5:1 dan serat 0,5% ditambahkan sebagai pengisi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran pasir dengan penambahan serat 1,5% terhadap sifat fisik dan mekanik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat menurunkan daya serap, porositas, dan nilai absorpsi beton geopolimer. Nilai kuat tekan Beton Geopolimer dengan penambahan serat cenderung meningkat dengan nilai maksimum pada varian 50BKF-1,5 dibandingkan dengan nilai 50BKF tanpa serat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI