DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pusat Permainan Tradisional Anak di Kota Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | SHAHNAZ ALYA RASHIFA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-06 |
ABSTRAK
Seiring dengan berjalannya waktu, anak-anak zaman sekarang mulai menghibur diri dengan permainan modern, sehingga menyebabkan permainan tradisional kehilangan eksistensinya. Maka dari itu, Kota Banjarbaru melakukan upaya untuk pelestarian permainan tradisional dengan melaksanakan kegiatan lomba permainan tradisional yang diikuti oleh beberapa pelajar yang ada di Banjarbaru. Selain itu, Kota Banjarbaru juga dinobatkan sebagai Kota Layak Anak dengan diterbitkannya peraturan daerah Nomor 16 tahun 2019. Untuk mendukung pemenuhan hak anak yang terdapat di dalam peraturan tersebut dan belum tersedianya tempat yang dapat mewadahi pengenalan, pelestarian, serta fasilitas bermain permainan tradisional di Banjarbaru, maka perlunya sebuah Pusat Permainan Tradisional Anak di Kota Banjarbaru. Untuk menyelesaikan permasalahan rancangan, digunakannya konsep rekreatif-edukatif sebagai bentuk perwujudan aktivitas, fisik, dan ruang yang dapat membuat anak-anak merasa senang, terhibur, bergembira sekaligus mendapatkan pelajaran tentang permainan tradisional yang ada di pusat permainan ini dan konsep dipadukan dengan metode Psikologi Arsitektur sebagai batasan umur untuk pelaku dan patokan untuk perwujudan fisik rancangan.
Kata kunci: Permainan Tradisional, Kota Layak Anak, Pusat Permainan, Rekreatif-Edukatif, Psikologi Arsitektur
ABSTRACT
As time goes by, today's children begin to entertain themselves with modern games, causing traditional games to lose their existence. Therefore, Banjarbaru City made efforts to preserve traditional games by organizing traditional game competitions which were attended by several students in Banjarbaru. In addition, Banjarbaru City was also named as a Child Friendly City with the issuance of regional regulation Number 16 of 2019. To support the fulfillment of children's rights contained in the regulation and the unavailability of a place that can accommodate the introduction, preservation, and playing facilities of traditional games in Banjarbaru, there is a need for a Children's Traditional Game Center in Banjarbaru City. To solve the design problem, the concept of educational recreation is used as a form of activity, physical, and spatial embodiment that can make children feel happy, entertained, happy while getting lessons about traditional games in this game center and the concept is combined with the Architectural Psychology method as an age limit for actors and a benchmark for the physical embodiment of the design.
Keywords: Traditional Games, Child Friendly City, Game Center, Recreative-Educative, Architectural Psychology
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI