DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pusat Olahraga Panjat Tebing di Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | FARRAS NABILA SUPARMAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-06 |
ABSTRAK
Olahraga panjat tebing merupakan olahraga yang tidak asing lagi di Indonesia. Tetapi dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengatakan bahwa fasilitas di Banjarbaru masih terbilang minim. Sarana dan fasilitas yang kurang memadai serta tidak menarik ini yang menjadi penyebab kurangnya masyarakat mengenal olahraga ini walaupun olahraganya mulai berkembang cepat. Atlet yang berhasil memenangkan beberapa kejuaraan nasional menjadi kesulitan dengan kurangnya fasilitas yang memadai, masyarakat umum juga tidak bisa mencoba olahraga ini bagi yang tertarik sebagai rekreasi, melakukan sebagai bentuk hobi saja tanpa harus masuk ke dalam organisasi tertentu atau harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk melakukan panjat tebing pada pegunungan alami. Untuk itu pusat olahraga panjat tebing yang memenuhi standar serta rekreatif diperlukan di Banjarbaru. Perancangan pusat olahraga panjat tebing di Banjarbaru ini menggunakan metode Arsitektur Kontemporer dengan konsep Adaptive Space dimana ruangan, sirkulasi dan perabot pada bangunan beradaptasi dengan berbagai kegiatan agar dapat berlangsung secara bersamaan dan meningkatkan interaksi sosial.
Kata Kunci: Panjat Tebing, Banjarbaru, Rekreatif, Arsitektur Kontemporer, Adaptive Space
ABSTRACT
Rock climbing is a sport that is not foreign in Indonesia, but Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) says that the facilities in Banjarbaru are still underdeveloped. These inadequate and unattractive facilities are the cause of the lack of public awareness of this sport even though the sport is starting to develop rapidly. Athletes who have succeeded in winning several national championships face difficulties due to the lack of adequate facilities, the general public also cannot try this sport for those who are interested in it as recreation or just want to doing it as a hobby without having to join a certain organization or having to travel quite a long distance to do rock climbing on natural mountains. For this reason, a rock climbing sports center that meets the standards and is recreational is needed in Banjarbaru. The design of the rock climbing center in Banjarbaru uses Contemporary Architecture as the methods and with adaptive space concepts where the space, circulation and furnitures in the building adapts to various activities so that they can take place at the same time and increasing social interaction.
Keywords: Rock Climbing, Banjarbaru, Recreative, Contemporary Architecture, Adaptive Space
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI