DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS TRANSMISI HARGA CABAI RAWIT DARI TINGKAT PRODUSEN HINGGA KE TINGKAT KONSUMEN DI KABUPATEN TAPIN | |
| PENGARANG | : | MENTARI DWI LESTARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-06 |
Harga cabai yang banyak berfluktuasi juga dapat mempengaruhi petani baik yang menguntungkan maupun yang tidak. Petani yang menanam cabai rawit akan mendapatkan keuntungan besar jika tanaman tersebut dihargai tinggi. Namun petani tidak akan menghasilkan banyak uang jika harga cabai rawit rendah. Saat ini integrasi pasar mengacu pada perkembangan biaya di sektor-sektor pasar yang berbeda, sejauh mana beberapa sektor pasar di berbagai lokasi geografis mendapat informasi mengenai penawaran dan permintaan yang terjadi di satu pasar. Penelitian ini bertujuan 1) untuk menganalisis perkembangan harga cabai rawit tingkat produsen, tingkat grosir dan tingkat konsumen di Kabupaten Tapin, 2) untuk menganalisis transmisi harga cabai rawit dari tingkat produsen hingga ke tingkat konsumen melalui harga di tingkat pedagang grosir, dan produksi cabai rawit di Kabupaten Tapin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk data time series (runtut waktu perbulan). Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, data diambil dari bulan Januari 2017 s/d Desember 2022, sehingga data yang digunakan sebanyak 72 data. AnalisisdatayangdigunakanadalahMetodeVector Error Corection Model (VECM), dengan pengujian yang harus dilakukan antara lain Uji Stasioner, Uji Penentuan Lag Optimal, Uji Stabilitas, Uji Kointegrasi, Estimasi VECM, IRF, dan FEVD. Hasil penelitian menunjukkan Harga cabai rawit menunjukkan perkembangan harga yang berfluktuasi setiap bulannya. Fluktasi harga cabai rawit yang lebih tinggi di tingkat produsen yang mengindikasikan sehingga kekuatan (bargaining power) petani dalam penentuan harga cabai rawit dianggap lemah. Pada uji stasioner menunjukkan bahwa harga cabai rawit konsumen (HK), Harga cabai rawit grosir (HG), Harga cabai rawit produsen (HP), dan Produksi cabai rawit (PC), terdapat stasioner pada first difference. Pada uji lag optimal, dengan nilai AIC terkecil adalah lag 2. Pada uji kointegrasi bahwa nilai trace statistic dan max-eigen value lebih besar dari critical value sehingga terima H1 yang akan menjelaskan adanya hubungan jangka panjang, dalam jangka pendek, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi pada dua periode sebelumnya. Berdasarkan hasil analisis terjadi transmisi harga yang asymetris pada harga cabai rawit ditingkat produsen hingga ke tingkat harga konsumen.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI