DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Tradisi Baarian Pada Masyarakat Petani di Desa Patih Muhur Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala
PENGARANG:Nurul Khatimah
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-04-08


ABSTRAK

Khatimah, Nurul, 2018. Tradisi Baarian pada Masyarakat Petani di Desa Patih Muhur Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala. Skripsi Program Study Pendidikan Sosiologi Antropologi. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Lambung Mangkurat.  Pembimbing (I)  Alfisyah, pembimbing (II)  Lumban Arofah.

 

Kata kunci : Tradisi, Baarian, Petani.

Dalam tradisi baarian yang dilakukan masyarakat petani di Desa Patih Muhur Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala memuat norma masyarakat yang berlaku yaitu tata cara yang harus dijalankan. Tata cara dalam baarian merupakan aturan yang harus dipatuhi dan cara yang harus dilakukan bagi siapa saja yang menjalankan tradisi baarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran tata cara tradisi baarian, (2) Alasan masyarakat menjalankan baarian.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara snowball sampling, informan kunci dalam penelitian ini yaitu ibu Janah. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi ke lapangan, wawancara mendalam dengan 15 informan, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. 

Hasil penelitian menemukan bahwa (1) Gambaran tata cara tradisi baarian terdiri dari beberapa kegiatan antara lain basaruan, menyiapkan lalauh, menyiapkan sawah, menyiapkan peralatan, bisa bahuma, membalas tepat waktu, berbalas-balasan tenaga dengan tenaga, dan menyesuaikan jumlah arian dengan luas sawahnya. (2) Alasan masyarakat menjalankan baarian karena dapat mempererat solidaritas, hasil panen dipercaya lebih berkah, memperbaiki hubungan yang kurang baik, anjuran dari orang tua/orang terdahulu, suasana baarian lebih menyenangkan, cepat selesai, tidak mengeluarkan banyak uang, hasil sama rata saat panen, dan tidak terlalu menguras tenaga.

 Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi masyarakat desa yang masih menjalankan tradisi baarian agar mampu mempertahankan kebudayaan lokalnya sehingga baarian dapat terus menjadi institusi sosial yang bermanfaat bagi upaya mempererat solidaritas dan hubungan sosial antar masyarakat. Bagi pemerintah khusususnya Dinas Pertanian di kecamatan Anjir Muara diharapkan dapat memandang tradisi baarian sebagai salah satu cara atau tehnik dalam pengembangan padi lokal di Kecamatan Anjir Muara.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI