DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN DI KESATUAN HIDROLOGIS GAMBUT (KHG) SUNGAI BARITO SUNGAI ALALAK KALIIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | FIRNA NAHWA FIRDAUSI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-07 |
Peran dan fungsi lahan gambut sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan semua makhluk hidup baik manusia maupun flora dan fauna. Lahan gambut berfungsi sebagai penjaga perubahan iklim global. Lahan gambut jika telah mengalami kerusakan, maka sulit untuk dikembalikan kekondisi lahan gambut seperti semula, sehingga untuk menanggulanginya perlu adanya pengelolaan secara baik. Lahan gambut memiliki daya hantar hidrolik yang tinggi, baik secara vertikal maupun horizontal. Saluran drainase sangat menentukan kondisi muka air tanah. Kunci pengendalian muka air tanah adalah mengatur dimensi saluran drainase, terutama kedalamannya, dan mengatur pintu air.Kawasan yang ditetapkan sebagai Kesatuan Hidrologis Gambut merupakan kawasan yang diapit 2 sungai atau lautan yang dimana di tengahnya ada kawasan gambut dan aluvial. Kedalaman gambut umumnya memiliki lapisan gambut yang cukup tebal, sering kali lebih dari 50 cm, dan dapat mencapai beberapa meter. Kedalaman gambut ini mempengaruhi daya serap dan penyimpanan air. Gambut sering terbentuk di dataran rendah atau cekungan, di mana akumulasi bahan organik terjadi dan air dapat tertahan dalam jangka waktu lama. Keberadaan air di kawasan KHG sangat bergantung pada kondisi air tanah, di mana tingkat air tanah yang tinggi diperlukan untuk menjaga kelembapan dan kestabilan ekosistem gambut. Hal ini penting untuk mencegah oksidasi gambut dan kebakaran.Surat Keputusan Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.129/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017 Tentang Penetapan Peta Kesatuan Hidrologis Gambut Nasional. Kawasan KHG Sungai Barito-Sungai Alalak memiliki luas wilayah seluas 47.935 hektar dengan luas lahan gambut 20.301 hektar. KHG ini melintasi di 2 Kabupaten, yakni Kabupaten Banjar, dan Tapin.Informasi tentang penutupan lahan menjadi bagian penting dalam upaya perencanaan pengelolaan suatu wilayah, termasuk di dalamnya adalah Kesatuan Hidrologis Gambut. Penutupan lahan akan menjadi dasar berbagai kebijakan yang harus diambil dalam upaya pengelolaan dan restorasi ekosistem gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penutupan lahan di KHG Sungai Barito dan Sungai Alalak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI