DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Produktivitas Tempirai Kawat (Wire Stage Trap) Dioperasikan pada perairan rawa desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:MASKUR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-07


ABSTRACT

Desa Sungai Batang merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Banjar merupakan salah satu tempat penghasil ikan sepat di Kalimanatan Selatan. Nelayan yang ada di Desa Sungai Batang menggunakan alat tangkap tempirai kawat untuk menangkap ikan sepat dan beberapa jenis ikan lainnya. Tempirai adalah salah satu alat tangkap tradisional yang terbuat dari bambu namun tempirai yang digunakan sudah menggunakan bahan kawat dan berbentuk persegi panjang. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada nelayan Desa Sungai Batang Kabupaten Banjar mengenai konstruksi, Hasil tangkapan yang tertangkap menggunakan tempirai kawat saat penelitian adalah Sepat Siam, Sepat Rawa, Papuyu, Gabus, Kapar, Belut. Hasil tangkapan tempirai kawat mempunyai persentase hasil  yang beragam. Ikan Sepat Rawa memiliki presentase terbesar sebanyak 90,86 % yang artinya memiliki presentase proporsi terbanyak. Sedangkan ikan belut dan ikan Gabus memiliki presentase terkecil sebesar 0,27% dan 0,5 yang artinya memiliki presentase proporsi terendah. hasil tangkapan tempirai kawat. Untuk bagian ukuran ikan Sepat Rawa yang banyak tertangkap pada ukuran 8-,4-9,5 cm sebanyak 143 ekor dan sedikit tertangkap pada ukuran 9,6-11 cm sebanyak 37 ekor. Papuyu yang banyak tertangkap pada ukuran 7,4-7,6 cm sebanyak 2 ekor dan sedikit tertangkap pada ukuran 6,8 cm sebanyak 1 ekor. Sepat siam yang banyak tertangkap pada ukuran 5,7-9 cm sebanyak 9 ekor sedangkan yang sedikit tertangkap pada ukuran 10,5-12,3 sebanyak 4 ekor. . Pada produktivitas yang tertinggi berada pada hari ke-6 yang mana hasil tangkapan ikannya berjumlah 551 gram dengan penangkapan satu kali dengan waktu 720 menit. Produktivitas hasil tangkapan terendah pada hari ke-5 yaitu hanya berjumlah 236 gram. Total produktivitas yang diperoleh dari 10 hari pengambilan data mencapai 4,90.

Kata kunci : Produktivitas, Komposisi, Proposi, Sungai Batang, Kalimantan Selatan

 

 

ABSTRAK

Sungai Batang Village is one of the villages in Banjar Regency is one of the places to produce sepat fish in South Kalimantan. Fishermen in Sungai Batang Village use wire fishing gear to catch snapper and several other types of fish. Tempirai is one of the traditional fishing tools made of bamboo, but the tempirai used already uses wire material and is rectangular in shape. The interview was conducted by asking questions to fishermen in Sungai Batang Village, Banjar Regency about construction, The catches caught using wire stickers during the research were Siamese Sepat Saw, Sepat Rawa, Papuyu, Cork, Kapar, Eel. The catch of wire patches has a variety of yield percentages. Swamp Sepat Fish has the largest percentage of 90.86% which means it has the highest percentage percentage. Meanwhile, eel and snakehead fish have the smallest percentages of 0.27% and 0.5, which means they have the lowest percentage percentage. Wire Tempirai Catch. For the size of the Sepat Rawa fish, there were 143 fish caught at a size of 8-.4-9.5 cm and a little caught at a size of 9.6-11 cm as many as 37 fish. The most common papuyu caught at a size of 7.4-7.6 cm was 2 and a little caught at a size of 6.8 cm as much as 1 head. The most Siamese snappers were caught at a size of 5.7-9 cm as many as 9 while the few were caught at a size of 10.5-12.3 as many as 4 heads. . The highest productivity was on the 6th day where the fish catch amounted to 551 grams with a single catch with a time of 720 minutes. The lowest catch productivity on the 5th day was only 236 grams.The total productivity obtained from 10 days of data collection reached 4.90.Keywords : Productivity, Composition, Proportion, Sungai Batang, South Kalimantan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI