DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh perbedaan ketinggian perangkap kuning terhadap hasil tangkapan serangga pada pertanaman cabai (Capsicum annum L.)
PENGARANG:FINDY MUHAMMAD
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-07


Salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari adalah cabai (Capsicum annuum L.), dan kebutuhannya akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Kendala yang dihadapi dalam produksi tanaman cabai ialah hama, diantaranya lalat buah, Thrips sp, dan lalat penggorok. Hama penghisap daun salah satu hama yang merugikan petani cabai. Salah satu pengendalian yang aman bagi lingkungan dan cukup efektif adalah penggunaan perangkap kuning dengan memperhatikan ketinggian yang berada pada jarak 1-3 meter. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tentang efektivitas dari ketinggian perangkap kuning terhadap hama pada petanaman cabai. Penelitian ini diaksanakan di Desa Bentok Darat Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, dan Laboratorium Entomologi Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Penelitian berlangsung dari April-Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu factor yaitu ketinggian perangkap kuning. Terdiri atas 4 perlakuan ketinggian yaitu : 30 cm, 60 cm, 90 cm dan 120 cm dan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali sehingga ada 16 perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan perangkap dengan ketinggian 30 cm efektif untuk menegendalikan hama lalat buah pada pertanaman cabai. Serangga yang tertangkap terdiri atas 6  ordo yakni Diptera, Lepidoptera, Coleoptera, Hymenoptera, Thysanoptera dan Homoptra dengan 7 famili yakni Tephritidae, Agromyzidae, Plataspididae, Thripidae, Nitidulidae, Acrididae dan Aleyrodidae.

Kata kunci: ketinggian perangkap kuning, pertanaman cabai, serangga

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI