DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Ritual dan Tradisi Bausung Pengantin Urang Banjar di Kota Banjarmasin Tahun 2000-2020 | |
| PENGARANG | : | NISA SORAYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-07 |
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tradisi sejak tahun 80an. Perubahan ini terjadi karena adanya sistem sosial yang terdapat dalam tradisi pengantin Bausung, serta waktu pelaksanaan pengantin Bausung. Tradisi ini mempunyai sanksi apabila keturunannya tidak melaksanakan upacara pengantin ini. Awalnya pengantin Bausung hanya dilakukan oleh masyarakat keturunan Tapin dan Hulu Sungai, namun pada akhirnya tradisi ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin melaksanakan tradisi tersebut. Tradisi Bausung pengantin hanya diwariskan kepada anak laki-laki, sedangkan pihak perempuan hanya dapat melaksanakan tradisi Bausung pengantin karena ayahnya wajib mewariskan tradisi tersebut kepada anaknya, namun nantinya pihak perempuan tidak dapat meneruskan tradisi tersebut meskipun dia kelak memiliki seorang putra. Tradisi Bausung bukan sekadar rangkaian upacara pernikahan. Mengandung makna dan filosofi yang mendalam. Upacara ini merupakan bentuk pengakuan calon mempelai wanita kepada keluarga mempelai pria, sekaligus melambangkan kebahagiaan yang akan mereka bawa kepada keluarga. Simbolisme ini menekankan pentingnya hubungan antar keluarga dalam budaya Banjar. Selain itu, Tradisi Bausung juga mencurahkan harapan dan doa demi suksesnya pernikahan yang akan datang, menguatkan nilai-nilai dan keyakinan masyarakat Banjar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI