DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Penerapan BIM (Building Information Modeling) Pada ProyekYang Melakukan CCO (Contract Change Order) (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Laboratorium Terpadu ULM)
PENGARANG:JEFFREY NAINGGOLAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-07


Proyek Pembangunan Laboratorium Terpadu adalah salah satu proyek 

pemerintah tingkat menengah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pada masa

pelaksanaanya, proyek ini mengalami kendala dalam desain pondasi. Ketiadaan

data tanah yang tidak dimiliki oleh konsultan perencana membuat pondasi pada

proyek ini harus didesain ulang setelah dilakukan penyelidikan tanah yang

dilakukan kontraktor pelaksana. Proses perubahan desain inipun membuat

proyek harus dilakukan CCO yang dituangkan dalam Addendum 1.

Penelitian ini akan mengangkat masalah penerapan BIM dalam proses

pengelolaan CCO dengan fokus  quantity takeoff pada komponen struktur.

Quantity takeoff secara otomatis akan didapatkan dari model yang telah dibuat

didalam Autodesk Revit yang mengacu pada gambar shopdrawing add-1. Setelah

QTO didapatkan, data kemudian dipindahkan kedalam MS Excel untuk diolah

dan dianalisa. Untuk proses analisa biaya akan digunakan AHSP pada saat

proyek sedang berlangsung dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Dari hasil analisis QTO manual dan software, didapatkan hasil yang akurat

dengan nilai selisih terkecil 0% dan terbesar 18,82% untuk item pekerjaan

individu. Dan nilai selisih 0,07% - 0,35% untuk item pekerjaan keseluruhan dari

masing – masing item pekerjaan beton dan penulangan atau sebesar Rp

1.290.140,99 – Rp 13.445.697,05. Perbedaan perhitungan QTO ini disebabkan

oleh faktor human error atau ketidaktelitian. Hal ini terjadi karena metode

perhitungan QTO manual hanya menggunakan objek 2D yaitu gambar Autocad 

yang kurang mampu dalam memberikan informasi penuh tentang desain yang

sudah dibuat.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI