DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMODELAN POLA ARUS DI PERAIRAN SELAT LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN MIKE 21 FLOW MODEL FM
PENGARANG:HASYSYIIFAA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-07


Selat Laut merupakan perairan semi-tertutup yang memisahkan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut. Selat Laut memiliki panjang selat sekitar 35 mil laut yang terhubung dengan Selat Makassar di bagian Timur dan Laut Jawa di bagian Selatan, perairan ini lebih dinamis akibat adanya pengaruh pasang surut dari Selat Makassar dan Laut Jawa yang dapat membangkitkan kecepatan dan arah arus yang berbeda. Selain itu, pada wilayah selat terdapat banyak aktivitas yang dimanfaatkan manusia sebagai kawasan pelabuhan dan alur lalu lintas pelayaran, dan terdapat sungai-sungai yang bermuara di selat sehingga mempengaruhi kondisi oseanografi khususnya pola arus yang bervariasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik dan pola hidrodinamika arus di Perairan Selat Laut pada musim Peralihan I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana dilakukan pengumpulan data-data angka sebagai pendukung dalam pembentukan model numerik seperti data angin, batimetri, pasang surut dan debit aliran sungai. Model hidrodinamika dibuat menggunakan Mike 21 dengan modul Flow Model FM menggunakan 2 skenario untuk mengetahui pola pergerakan arus berdasarkan data yang digunakan. Pada musim peralihan I arus (input pasut) rata-rata bergerak dengan kecepatan 0,26 m/s dengan kecepatan maksimum sesaat 0,59 m/s sedangkan pada seknario 2 (input angin, pasut dan debit sungai) arus bergerak dengan kecepatan rata-rata berkisar 0,14 m/s dengan kecepatan maksimum sesaat 0,28 m/s. Hasil uji RMSE menunjukkan hasil 0.46. Hasil ini menunjukkan bahwa kesalahan atau error pada data kecil, sehingga hasil model mendekati nilai observasi. Dengan kata lain model yang dibuat dalam penelitian ini dapat dipercaya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI