DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Perikanan Budidaya Di Kota Banjarbaru Provensi Kalimantan Selatan
PENGARANG:MUH. ARSYAD
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-07


Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan memiliki potensi perikanan budidaya yang belum teroptimalkan karena kurangnya informasi komoditas unggulan. Selain itu, tidak semua komoditas yang dihasilkan tergolong unggulan. Penelitian ini bertujuan 1. Mengidentifikasi komoditas unggulan perikanan budidaya, 2. Menganalisis strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di Kota Banjarbaru. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder DKP3 Banjarbaru dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, dengan fokus data produksi budidaya perikanan periode 2019-2023. Penelititan ini bertujuan untuk menganalisis sektor basis pada perikanan budidaya menggunakan pendekatan metode Location Quotient (LQ), kemudian sektor basis dianalisis menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya. Berdasarkan hasil analisis location quotient (LQ) terdapat lima komoditas unggulan yang memiliki nilai LQ > 1 dan menjadi sektor basis yaitu, ikan lele  (LQ = 4,74), ikan nila (LQ = 1,20), ikan gurame  (LQ = 3,13), ikan betok/ papuyu (LQ = 30,60), ikan gabus  (LQ = 1,80). Sebaliknya padapPatin (LQ = 0,46), mas (LQ = 0,66) dan bawal tawar (LQ = 0,07) ketiga komoditas ini termasuk sektor non basis karena nilai koefisiensi LQ<1. Berdasarkan analisis AHP didapatkan kriteria prioritas untuk dikembangkan dari sektor unggulan di Kota Banjarbaru berdasarkan perhitungan bobot tujuan kriteria yang memiliki bobot paling besar dan menjadi prioritas pertama yaitu kriteria potensi ekonomi. 

 

Kata Kunci : Komoditas Unggulan, Location Quotient, AHP, Banjarbaru 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI