DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KAJIAN HIDROLOGI DAN PERENCANAAN SETTLING POND PADA AREA TAMBANG BATUAN DESA AWANG BANGKAL BARAT KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RIFKI HIDAYAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-07 |
Proses penambangan yang dilakukan akan menyebabkan terbentuknya cekungan di permukaan tanah, yang kemudian menjadi tempat berkumpulnya air hujan akibat perubahan kontur topografi tanah. Air yang masuk ke dalam area penambangan dapat berasal dari air hujan maupun air tanah. Aliran air yang mengalir ke area sungai-sungai sekitar area penambangan juga berpotensi menimbulkan bahaya, karena aliran tersebut dapat bersifat asam serta kandungan yang ada pada batuan dapat mempengaruhi kualitas air di sekitarnya. Diperlukan sistem penyaliran yang baik untuk mencegah baik itu terhadap proses penambangan maupun terhadap kualitas air sungai sekitar area penambangan. Pengukuran laju infiltrasi yang dilakukan pada IF-TAB1 tergolong sangat cepat dan pada IF-TAB2 tergolong cepat. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan 10 tahun, yaitu dari tahun 2014-2023. Data curah hujan maksimum didapat curah hujan rata-ratanya sebesar 520,16 mm. Berdasarkan hasil dari perhitungan intensitas curah hujan, luasan catchment area dan nilai koefisien yang sudah ditentukan, maka diperoleh debit air limpasan sebesar 10,36 m3/detik atau sama dengan 620,25 m3/jam. Berdasarkan volume total harian yang didapat, kolam pengendapan yang direncanakan dengan dimensi 3 kompertemen berbentuk zig-zag dengan panjang 54meter, lebar 9 meter dan tinggi 1 meter pada setiap kompertemen dengan kemiringan 45o. Settling pond juga bisa direncanakan dengan sistem infiltrasi yang mana sekat dari setiap kompertemen dapat dibuat lebih tebal guna menahan kecepatan aliran lumpur dan resapan terhadap lumpur relatif cepat dikarenakan bagian bawah dari Settling pond tanah yang mempermudah proses pengendapan. Hasil uji derajat keasaman yang berada diatas standar baku mutu, yaitu pada SA-TAB1 pH sebesar 8,52, SA-TAB2 sebesar 8,55, SA-TAB3 sebesar 8,59, SA-TAB4 sebesar 8,30, SA-TAB5 sebesar 8,51. Untuk standar bakumutu pH adalah 6 – 8. Tingkatan Derajat keasaman (pH) air minum yang baik berkisar antara 7 - 8,5. Untuk pengujian Residu Tersuspensi Total (TSS) pada sampel SA-TAB1 didapat nilai TSS diatas standart baku mutu Untuk TSS pada sampel SA-TAB1 didapat nilai TSS diatas standart baku mutu dikarenakan lokasi titik pengambilan sampel dekat dengan area batas IUP. Hasil pengujian dari Besi (Fe), Mangan (Mn) Total dan kadmium (cd) berada dibawah standar baku mutu.
Kata kunci: Infiltrasi, Curah Hujan, Kolam Pengedapan, kualitas air.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI