DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS KOMBINASI BAKTERI STREPTOMYCES sp DENGAN PESTISIDA NABATI DAUN SIRIH DAN DAUN KELAKAI TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI HIYUNG | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD DEDE ERLANGGA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-07 |
Cabai merupakan komoditas yang mengalami fluktuasi harga akibat tingginya permintaan. Pada 2021 produksi cabai rawit di Indonesia turun 8,09% dibanding 2020. Penyakit antraknosa disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp., dapat menurunkan produktivitas hingga 5-30%, bahkan menyebabkan gagal panen. Pengendalian hayati menggunakan Streptomyces sp. dan pestisida nabatiseperti daun sirih dan daun kelakai adalah alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kombinasi tersebut terhadap antraknosa pada cabai hiyung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bakteri Streptomyches sp., pestisida nabati Daun Kelakai, pestisida nabati Daun Sirih dan kombinasinya mampu menurunkan kejadian penyakit antraknosa dengan kejadian penyakit berkisar 15.05%-21.33% dibandingkan kontrol yang kejadian penyakitnya 33.24%. Hasil analisis efektivitas pengendalian penyakit terdapat 4 perlakuan yang cukup efektif yaitu Sirih 54.72%, Streptomyces sp. 46.48%, kombinasi Sirih dan Streptomyces sp. 43.65%, serta kombinasi kelakai dan Streptomyces sp 40.94%. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa perlakuan pestisida nabati Sirih adalah perlakuan terbaik dalam menghasilkan tanaman tertinggi 30.56 cm dan meningkatkan berat basah dengan hasil 83.38 g, diikuti dengan perlakuan Kelakai yang juga menghasilkan hasil panen tertinggi 82.03 g. Selain itu, seluruh perlakuan yang diberikan mampu mempercepat umur pembungaan cabai 56.08-57.52 hari dibandingkan kontrol selama 58.28 hari.
Cabai merupakan komoditas yang mengalami fluktuasi harga akibat tingginya permintaan. Pada 2021 produksi cabai rawit di Indonesia turun 8,09% dibanding 2020. Penyakit antraknosa disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp., dapat menurunkan produktivitas hingga 5-30%, bahkan menyebabkan gagal panen. Pengendalian hayati menggunakan Streptomyces sp. dan pestisida nabatiseperti daun sirih dan daun kelakai adalah alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kombinasi tersebut terhadap antraknosa pada cabai hiyung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bakteri Streptomyches sp., pestisida nabati Daun Kelakai, pestisida nabati Daun Sirih dan kombinasinya mampu menurunkan kejadian penyakit antraknosa dengan kejadian penyakit berkisar 15.05%-21.33% dibandingkan kontrol yang kejadian penyakitnya 33.24%. Hasil analisis efektivitas pengendalian penyakit terdapat 4 perlakuan yang cukup efektif yaitu Sirih 54.72%, Streptomyces sp. 46.48%, kombinasi Sirih dan Streptomyces sp. 43.65%, serta kombinasi kelakai dan Streptomyces sp 40.94%. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa perlakuan pestisida nabati Sirih adalah perlakuan terbaik dalam menghasilkan tanaman tertinggi 30.56 cm dan meningkatkan berat basah dengan hasil 83.38 g, diikuti dengan perlakuan Kelakai yang juga menghasilkan hasil panen tertinggi 82.03 g. Selain itu, seluruh perlakuan yang diberikan mampu mempercepat umur pembungaan cabai 56.08-57.52 hari dibandingkan kontrol selama 58.28 hari.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI