DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Pengaruh Penggunaan Serat Bemban dan Perbedaan Variasi Curing Pada Mortar Geopolimer | |
| PENGARANG | : | AULIAH RASADA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-08 |
Mortar geopolimer merupakan salah satu alternatif pengganti mortar konvensional yang ramah lingkungan. Pemanfaatan bahan-bahan sisa industri seperti fly ash dan batuan kaolin yang dikalsinasi menjadi metakaolin digunakan sebagai campuran pengganti semen Portland. Fly ash dan metakaolin direaksikan dengan menggunakan aktivator alkali untuk membentuk reaksi polimerisasi. Serat bemban digunakan sebagai tulangan mini yang tersebar merata kesetiap bagian untuk menahan gaya tarik yang terjadi pada mortar geopolimer.
Metode curing yang digunakan pada penelitian meliputi curing dibawah sianr matahari, curing suhu luar, dan curing lembab asam. Setiap metode curing memiliki hasil kuat tekan yang berbeda berdasarkan perlakuan yang diterima. Rasio campuran fly ash dan metakaolin yang digunakan 70:30, molaritas NaOH 8M, rasio larutan alkali 2,5:1, dan variasi serat bemban 0% dan 1,5%. Pengujian yang dilakukan kuat tekan, karbonasi, sorptivity, porositas dan absorpsi.
Dari pengujian, diperoleh nilai kuat tekan tertinggi pada mortar geopolimer dengan persentase serat 1,5% dengan metode curing lembab asam sebesar 46,040 MPa. Nilai sorptivity, porositas dan absorpsi tertinggi dicapai pada mortar geopolimer dengan persentase serat 0% dengan metode curing suhu luar. Hasil karbonasi menunjukkan seluruh sampel mortar geopolimer belum terkarbonasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI