DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Sebaran Kemasaman Tanah, Kedalaman Pirit, Besi Larut, dan Al-dd pada Tanah Pasang Surut Desa Basungkai, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas | |
| PENGARANG | : | DYAH AYU UTARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-10-08 |
Lahan pasang surut merupakan salah satu kawasan yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Budidaya padi sawah umumnya dikembangkan di daerah pasang surut, dataran rendah, dan irigasi. Namun perkembangan peningkatan produksi pertanian di lahan pasang surut menghadapi beberapa permasalahan. Pemanfaatan lahan pasang surut untuk keperluan pertanian tidak semudah memanfaatkan lahan subur lainnya. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan lahan pasang surut menjadi lahan pertanian antara lain kesuburan tanah yang rendah, reaksi keasaman tanah yang sangat tinggi karena umumnya pH tanah berkisar antara 3,5-4,5 dan adanya senyawa pirit (FeS2). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memetakan sebaran kemasaman tanah, kedalaman pirit, Fe, dan Al di Desa Basungkai Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei di lapangan yang didukung oleh hasil analisis tanah di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase luas tanah sulfat masam yang tergolong masam (pH 4,5 – 5,5) adalah 26,22% (185,79 ha) dan tergolong masam adalah 73,78%, (522,82 ha), adanya pirit pada pada kedalaman tanah 0-50 cm (aktual) dengan persentase luas 89,90% (644,41 ha), dan pada kedalaman 50-100 (potensial) dengan persentase luas 10,20% (73,21 ha ), nilai besi larut dalam tanah sulfat masam 200-400 ppm memiliki persentase tertinggi yaitu 71,04% (509,74 ha), dan kandungan aluminium dapat tukar 1,5-3 me 100 g-1 memiliki persentase terbesar yaitu 75,41% (541,25 ha) .
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI