DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Studi Tentang Penambangan Emas Tradisional Dan Dampaknya Bagi Masyarakat Di Kelurahan Muara Laung I, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya Tahun 2002-2012 | |
| PENGARANG | : | Pingki Swanto | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-04-09 |
ABSTRAK
Pingki Swanto, Studi Tentang Penambangan Emas Tradisional dan Dampaknya Bagi Masyarakat di Kelurahan Muara Laung I, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya Tahun 2002-2012 (Pembimbing I Drs. M. Zaenal Arifin Anis, M. Hum., Pembimbing II Wisnu Subroto, S.S, MA, 2018)
Latar belakang penelitian ini adalah keberadaan wilayah Kelurahan Muara Laung I, mata pencarian utama masyarakat adalah pertambangan emas tradisional atau mangatu. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya mineral logam emas cukup besar dan aktivitas pertambangan rakyat pun masih berlangsung hingga tahun 2010 an. Sejak tahun 2002, masyarakat Kelurahan Muara Laung I mulai beralih mata pencaharian dari petani dan peladang menjadi penambang emas.
Tujuan penulisan untuk mendeskripsikan kehidupan masyarakat penambang emas tradisional di Kelurahan Muara Laung I, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, sejak tahun 2002 sampai tahun 2012. Kemudian menjelaskan dampak penambangan emas tradisional di Kelurahan Muara Laung I, tahun 2002 sampai tahun 2012.
Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Mengumpulkan sumber-sumber lisan, sumber sumber tertulis maupun sumber benda peninggalan masa lampau dengan tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Metode wawancara penulis aplikasikan untuk mengumpulkan sumber lisan dari para pelaku sejarah yang menjadi informan. Sumber tertulis, dikumpulkan melalui metode kepustakaan, berupa buku, majalah, artikel yang relevan objek diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat di Kelurahan Muara Laung I, sebelum dan sesudah adanya penambangan emas tradisional tahun 2002-2012 mengalami perubahan. Kondisi sarana Kelurahan Muara Laung I tahun 2002 dibandingkan tahun 2012 an, beberapa fasilitas modern telah terbangun. Mulai operator seluler, peningkatan kualitas jalan desa serta aktifitas perekono-mian makin ramai. Penghasilan dari tambang emas lumayan besar untuk menutupi pengeluaran. Dampak penambangan emas tradisional di Kelurahan Muara Laung I, memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan taraf ekonomi masyarakat penambang. Masyarakat mendapatkan peluang kerja yang memberikan peng-hasilan lebih tinggi dibandingkan penghasilannya sebagai petani. Pada sisi lain, penambangan emas tradisional berdampak negatif, diantaranya kerusakan lingkungan, dampak sosial dan budaya.
Kesimpulan penelitian, yakni penambangan emas tradisional pada masyarakat di Kelurahan Muara Laung I, berlangsung tahun 2002-2012 di lokasi-lokasi yang memiliki kandungan emas dengan menggunakan cara dan teknik yang sederhana. Kemudian dampak penambangan emas tradisional di Kelurahan Muara Laung I, terdapat dampak positif yakni peningkatan taraf hidup dan ekonomi masyarakat. Kemudian munculnya struktur masyarakat dan kelas sosial baru. Sementara dampak negatif yakni dampak lingkungan, rentan adanya konflik serta gesekan budaya.
Kata kunci: penambangan emas, tradisional, kelurahan muara laung 1.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI