DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SUB SEKTOR PERKEBUNAN DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:DINA ISMENIKA PUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-10-22


Tujuan penelitian ini untuk menganalisis komoditas hasil perkebunan di Kabupaten Tanah Laut yang dapat di kembangkan sebagai komoditas unggulan, mengetahui perkembangan laju pertumbuhan produksi komoditas, menganalisis pertumbuhan pangsa wilayah, pertumbuhan proposional dan pertumbuhan bersih komoditas subsektor perkebunan, dan untuk mengidentifikasi posisi komoditas subsektor perkebunan di Kabupaten Tanah Laut.

 

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut pada bulan September 2023 – Juni 2024, menggunakan data sekunder series tahun 2013-2021 yang di dapatkan dari (BPS) Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut dan publikasi yang relevan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, metode analisis LQ (Location Quotient) untuk menentukan sektor basis atau sektor potensial pada suatu daerah atau wilayah tertentu, metode Analisis Dynamic Location Quotient (DLQ)dengan membandingkan sektor ekonomi daerah dengan sektor ekonomi daerah himpunan, Analisis Shift-Share menggambarkan kinerja sektor disuatu wilayah dan Analisis Metode Tipologi Klassen digunakan untuk tujuan mengidentifikasi posisi subsektor perkebunan Kabupaten Tanah Laut dengan mempertimbangkan subsektor perkebunan provinsi Kalimantan Selatan sebagai daerah refrensi.

 

Berdasarkan hasil perhitungan nilai analisis LQ yaitu, komoditas kelapa sawit dan cengkeh yang memiliki nilai LQ > 1. Komoditas kelapa sawit dan cengkeh mengalami surplus produksi jika hanya untuk memenuhi kebutuhan di daerahnya saja dan memiliki potensi untuk diekspor ke luar wilayah. Hasil analisis DLQ Komoditas yang memiliki proporsi laju pertumbuhan produksi lebih cepat yaitu Komoditas karet  dengan nilai DLQ 1,1, komoditas kelapa dan aren dengan nilai DLQ 1,7, komoditas kopi dan lada dengan nilai DLQ 1,6. Proporsi laju pertumbuhan produksi komoditas kelapa sawit sebanding dengan Nilai DLQ 1. Berdasarkan analisis Shift share pada hasil nilai Pertumbuhan Proposional dan Pertumbuhan Bersih komoditas kelapa sawit termasuk kelompok pertumbuhan lambat. Namun perhitungan Pertumbuhan Pangsa Wilayah komoditas kelapa sawit yaitu 4.792 yang artinya komoditas kelapa sawit memiliki daya saing yang baik. Berdasarkan analisis metode tipologi klassen, komoditas kelapa, kopi, lada, dan aren termasuk dalam kuadran 2 yaitu kategori sektor yang maju namun tertekan. komoditas kelapa sawit dan cengkeh termasuk dalam kuadran 3 yaitu kategori sektor potensial, sektor ini dapat diartikan sektor yang sedang berkembang (booming).

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI