DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KAJIAN FAKTOR PENGHAMBAT KEAKTIFAN BANK SAMPAH DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:Zhuairina Yuliansari
PENERBIT:FAKULTAS TEKNIK
TANGGAL:2019-04-09


ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penghambat keaktifan kegiatan Bank Sampah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif, Analytical Hierarchy Process dan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treat). Hasil analisis deskriptif Bank Sampah Indrasari adalah yang paling dominan memiliki hambatan dalam pelaksanaan kegiatan karena dalam rangka kegiatan kembali. dan Bank Sampah Sekumpul yang paling sedikit hambatan karena sudah mulai melengkapi pedoman pelaksanaan dan adanya kelebihan kegiatan pengrajin dalam mengolah sampah daur ulang. Hasil analisis dengan metode Analytical Hierarchy Process menggunakan software expert choice 11, bobot tertinggi adalah masyarakat sebesar 0,462 dan terendah sarana dan prasarana dengan bobot 0,058. Sub faktor penghambat kegiatan Bank Sampah bobot tertinggi sebesar 0,462 adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bank Sampah dan terendah dengan bobot 0,064 kurang kepedulian masyarakat terhadap sampah. Analisis SWOT menggunakan expert choice 11 pada solusi alternatif faktor penghambat Bank Sampah pada kekuatan dengan hasil bobot tertinggi sebesar 0,640 adalah nilai tukar uang sebagai pemicu motivasi masyarakat untuk menabung sampah dan bobot terendah 0,141 adalah kreativitas mengurangi sampah dengan reduce, reuce dan recycle. Kelemahan Bank Sampah Kabupaten Banjar hasil bobot tertinggi adalah 0,545 ketergantungan kinerja bank sampah pada keaktifan pengurus dan terendah sebesar 0,141 nilai harga jual sampah bekas yang rendah berdampak pada sedikitnya nasabah. Peluang tertinggi kegiatan Bank Sampah dengan total bobot 0, 565 meningkatkan penjualan barang kerajinan dan terendah sebesar 0,137 Bank Sampah dapat meningkatkan pendapatan daerah dengan membuat wisata kampung Bank Sampah.
Kesimpulan penelitian a). analisis deskriptif secara keseluruhan kondisi eksisting masih belum memenuhi secara maksimal pelaksanaan pedoman reduce, reuce dan recycle menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012. b). Hasil analisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam mengetahui faktor penghambat utama pelaksanaan Bank Sampah Kabupaten Banjar faktor utama adalah masyarakat dan dengan subfaktor utama kurangnya partisipasi masyarakat. c). Solusi alternatif prioritas hasil analisis menggunakan metode SWOT pada pembobotan menggunakan expert choice 11 adalah dengan meningkatkan nilai tukar uang sebagai penghargaan yang memicu motivasi masyarakat dalam membuang sampah pada kekuatan, sedangkan kelemahan yang harus dihindari Bank Sampah Kabupaten Banjar ketergantungan masyarakat pada keaktifan kinerja pengurus untuk kemajuan Bank Sampah, dan adapun meningkatkan penjualan barang kerajinan oleh pengrajin dengan bekerja sama dengan masyarakat merupakan peluang untuk menambah penghasilan dan adapun ancaman Bank Sampah adalah kurangnya partisipasi masyarakat menjadi nasabah Bank Sampah.
Kata kunci : Bank Sampah, Analytical Hierarchy Process, Faktor Penghambat, Kabupaten Banjar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI