DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KINERJA PENYULUH KELUARGA BERENCANA PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK SERTA PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB KABUPATEN MURUNG RAYA
PENGARANG:TITIN LENY MARLINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-11-08


Pertumbuhan pesat penduduk di Indonesia memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Pengendalian kelahiran telah dilakukan, namun belum cukup meningkatkan kualitas hidup. Antara 2010 dan 2020, penduduk Indonesia meningkat 32,56 juta jiwa, meskipun pertumbuhan sedikit menurun. Faktor seperti angka kelahiran, angka kematian, dan rendahnya pendidikan berkontribusi pada pertumbuhan. Masalah kependudukan, seperti rendahnya kesadaran akan hak reproduksi dan partisipasi laki-laki dalam program KB, memperparah situasi. Di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Murung Raya, ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dan lingkungan menjadi perhatian. Pemerintah setempat merespons dengan grand design pembangunan kependudukan untuk 2022-2047, termasuk pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kualitas serta penataan persebaran. Namun, pelaksanaan program KB terkendala, termasuk kurangnya pemahaman masyarakat dan sumber daya manusia yang terbatas. Penyuluh KB perlu dukungan lebih lanjut melalui pendidikan dan infrastruktur yang memadai.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh keluarga berencana di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Murung Raya serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya.

Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif padaKinerja Penyuluh Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Murung Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumen.

Berdasarkan hasil penelitian tentang kinerja penyuluh KB di Kabupaten Murung Raya menunjukkan bahwa kinerjanya tidak optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya jumlah penyuluh KB, terutama yang berstatus PNS. Materi penyuluhan yang kurang informatif, menarik, dan mudah dipahami juga menyebabkan program ini tidak efektif. Mobilitas penyuluh terhambat karena kurangnya kendaraan dinas, terutama untuk kunjungan ke lokasi sulit dijangkau. Selain itu, stigma dan ketidaktahuan tentang program KB juga menjadi hambatan dalam partisipasi masyarakat. Faktor-faktor sosial-ekonomi seperti tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, dan budaya lokal juga memengaruhi respons masyarakat terhadap program ini.

 

Kata Kunci : Kinerja, Penyuluh dan Keluarga Berencana

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI