DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PASCA KEBAKARAN TERHADAP SIFAT FISIK TANAH GAMBUT DI KHDTK TUMBANG NUSA KALIMANTAN TENGAH
PENGARANG:FADIA ASSYIFA SYAFRIANA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-11-15


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sifat fisik tanah gambut pada berbagai jenis tutupan lahan dan kedalaman tanah setelah terjadi kebakaran. Penelitian dilakukan di KHDTK Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Pengambilan sampel dilakukan secara  purposive sampling pada setiap tutupan lahan, kemudian di analisis di Laboratorium Tanah Balai Penerapan Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 perlakuan, yaitu tutupan lahan dan kedalaman tanah gambut, yang masing-masing diulang 3 kali. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar serat, dan bulk density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan hutan sekunder pasca kebakaran, tanah gambut memiliki kadar air yang tinggi berkisar antara 2127.69% sampai 2266.37%, kadar serat antara 17.68% sampai 33.49% (dengan kematangan saprik-hemik), dan bulk density antara 0.14 g/cm3 sampai 0.19 g/cm3. Di kawasan revegetasi pasca kebakaran, tanah gambut memiliki kadar air yang tinggi berkisar antara 2128.81% sampai 2468.66%, kadar serat antara 15.04% sampai 64.43% (dengan kematangan saprik-hemik), dan bulk density antara 0.18 g/cm3 sampai 0.25 g/cm3. Di kawasan semak belukar pasca kebakaran, tanah gambut memiliki kadar air berkisar antara 1988.85% sampai 2195.20%, kadar serat antara 5.44% sampai 33.74% (dengan kematangan saprik-hemik) dan bulk density 0.16 g/cm-3 sampai dengan 0.19 g/cm-3. Jenis tutupan lahan dan kedalaman tanah gambut berpengaruh terhadap kadar serat gambut, namun tidak berpengaruh terhadap kadar air dan bulk density gambut.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI