DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Tradisi Bausung Penganten di Desa Bakarung Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan | |
| PENGARANG | : | Novia Cahyani | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-04-09 |
ABSTRAK Novia Cahyani, 2018. Tradisi Bausung Penganten di Desa Bakarung Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Pembimbing (I) Alfisyah (II) Yuli Apriati. Kata Kunci: Bausung, Penganten, Prosesi. Pada masyarakat desa Bakarung Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdapat sebuah tradisi yaitu tradisi bausung penganten. Tradisi bausung penganten adalah kedua mempelai yang diangkat ke atas bahu oleh tim pengusung. Tidak semua orang dapat melaksanakan tradisi bausung penganten ini karena tradisi bausung merupakan tradisi yang sakral bagi sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Prosesi tradisi bausung penganten. (2) Tujuan tradisi basung penganten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah data primer dan sekunder, instrumen penelitian ialah peneliti sendiri dengan pedoman wawancara dan observasi, dibantu dengan alat tulis dan kamera. Informan yang di pilih yaitu kedua mempelai yang melaksanakan bausung penganten dan tim pelaksanaan pausungan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan bausung penganten. Analisis data menggunukan analisis kualitatif berupa reduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) prosesi tradisi bausung penganten ada tiga tahap yaitu, persiapan, pelaksanaan dan penutup. Persiapan dimulai dengan menyiapkan piduduk, payung serta menyiapkan gong, gendang, dan gambang untuk tradisi bausung penganten. Pelaksanaan tradisi pada pagi hari pukul 09.00 WITA hingga 10.00 WITA penganten mulai diusung dan diiringi para penari dan menggunakan musik kerawitan. Kedua mempelai diturunkan dan didudukan oleh pengusung untuk tahap penutup. (2) Tujuan bausung penganten yaitu untuk menjalankan niatan atau nazar dari orang tua ataupun dirinya sendiri. Dan bausung juga dapat dilaksankan jika memiliki keturuan bausung dari orang tuanya sehingga apabila ada anggota keluarga menikah diharuskan menggunakan tradisi bausung penganten pada saat pernikahan. Untuk menjalankan tradisi turun-temurun dari keluarga dan nenek moyang. Bausung penganten dijadikan masyarakat untuk membentuk suatu tradisi yang harus terus dijalankan dan dilestarikan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada masyarakat desa Bakarung untuk terus menjalankan dan menjaga tradisi bausung penganten agar terus ada dan tidak punah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI