DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Banjarmasin Cultural Center
PENGARANG:AULIA SYAFITRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-12-27


Banjarmasin yang dijuluki "Kota Seribu Sungai," dikenal sebagai kota dengan kekayaan budaya yang unik dan khas. Keberadaan sungai besar dan sungai kecil yang mengalir di setiap wilayah di kota ini tidak hanya membentuk karakteristik geografisnya tetapi juga memainkan peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Hal ini menjadikan Kota Banjarmasin sebagai salah satu kota pusaka kaya akan nilai historis dan budaya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, nilai-nilai ini mulai memudar dan menghilang. Oleh karena itu, untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya yang berharga ini, diperlukan sebuah fasilitas pengembangan dan pelestarian budaya yang disebut dengan cultural center. Sebuah fasilitas yang berfungsi untuk mewujudkan rasa cinta pada seni dan budaya hingga terlestarikannya budaya ide, aktivitas, dan budaya fisik masyarakat Banjar. Permasalahan perancangan cultural center di Banjarmasin ini adalah bagaimana rancangan cultural center yang sesuai dengan budaya setempat dan memadupadankannya dengan kebutuhan masyarakat modern. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperkenalkan konsep aruh ganal, yang berarti perayaan besar, di mana budaya akan dirayakan dengan ditampilkan secara modern melalui desain arsitektural. Konsep ini diterapkan dalam desain melalui pendekatan analogi, di mana metode ini akan menganalogikan elemen-elemen dari budaya lokal. Hasil dari rancangan ini adalah desain Banjarmasin Cultural Center yang memperkuat identitas kota sebagai "Kota Seribu Sungai," dan memastikan bahwa warisan budaya lokal tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Kata Kunci: Banjarmasin, cultural center, arsitektur Banjar, pelestarian budaya, aruh ganal.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI