DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Gambaran Kekuatan Otot Genggam Pada Pasien Lanjut Usia Dengan Osteoporosis di RSUD Ulin Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | NABILA PUTRI PAHLEVI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-12-31 |
Osteoporosis merupakan kondisi yang sering terjadi pada lanjut usia, ditandai dengan penurunan massa tulang dan kekuatan otot, termasuk otot genggam. Penurunan kekuatan otot genggam dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekuatan otot genggam pada pasien lanjut usia dengan osteoporosis. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 35 responden berusia ≥60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi di RSUD Ulin Banjarmasin. Pengukuran kekuatan genggam dilakukan menggunakan Electronic Handgrip Dynamometer EH 101 C pada posisi siku 45° dan 90°. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kekuatan otot genggam yang lemah pada kedua tangan di posisi siku 45° (91,43% tangan kiri; 85,71% tangan kanan) dan 90° (91,43% tangan kiri; 80% tangan kanan). Faktor utama yang memengaruhi kekuatan otot genggam adalah usia, indeks massa tubuh (IMT) rendah, aktivitas fisik ringan, dan penyakit penyerta seperti hipertensi serta diabetes melitus. Responden perempuan (91,43%) mendominasi populasi, menunjukkan prevalensi osteoporosis yang lebih tinggi pada wanita lanjut usia akibat penurunan kadar estrogen pascamenopause. Penurunan kekuatan otot genggam yang signifikan pada pasien lanjut usia dengan osteoporosis menunjukkan pentingnya intervensi nutrisi dan latihan fisik untuk mencegah penurunan fungsi otot lebih lanjut. Rekomendasi termasuk konsumsi protein, vitamin D, kalsium, serta program latihan fisik terstruktur yang melibatkan dokter rehabilitasi medik dan fisioterapis.
Kata kunci: kekuatan otot genggam, osteoporosis, lanjut usia, dynamometer
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI