DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Efek Terapi Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor terhadap Kadar Kreatinin Pasien Penyakit Ginjal Kronik, Tinjauan pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium 3-5 Non Dialisis | |
| PENGARANG | : | NADIA RIFANI PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-09 |
Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah penyakit dengan angka kematian
menempati urutan ketigabelas terbanyak di Indonesia. Angiotensin Converting
Enzyme Inhibitor (ACE-I) sebagai terapi PGK dapat memperlambat laju
progresivitas penyakit, tetapi dapat menyebabkan peningkatan kadar kreatinin.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek terapi ACE-I terhadap kadar
kreatinin pasien PGK stadium 3-5 non dialisis. Desain penelitian ini adalah kohort
retrospektif, pada pasien PGK stadium 3-5 non dialisis yang mengonsumsi obat
golongan ACE-I minimal 1 bulan selama 2022–2023. Variabel bebas penelitian ini
adalah ACE-I, dan variabel terikatnya adalah kadar kreatinin. Kadar kreatinin
diukur pada awal pengamatan dan 1 bulan sesudahnya. Analisis efek ACEI
terhadap kadar kreatinin dilakukan dengan uji t dependen. Didapatkan 40 subjek
yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jenis kelamin terbanyak
adalah laki-laki (55%), dengan median usia 50,0(37,5 – 56,5) tahun. Obat ACE-I
yang dikonsumsi subjek adalah Kaptopril (7,5%), Lisinopril (35%), dan Ramipril
(57,5%). Sebelum penggunaan ACE-I, median kadar kreatinin sebesar 4,27 (2,33–
7,33) mg/dl, dan setelah 1 bulan terjadi peningkatan dengan median 4,99(2,99–
9,33) mg/dl. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan kadar kreatinin
antara awal pengamatan dan 1 bulan sesudahnya (p = 0,046). Dapat disimpulkan
bahwa terdapat efek ACE-I yang signifikan terhadap kadar kreatinin pada pasien
PGK stadium 3-5 non dialisis di RSUD Ulin Banjarmasin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI