DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Terapi Penghambat Renin Angiotensin Aldosteron System terhadap Laju Filtrasi Glomerulus Tinjauan terhadap Pasien Penyakit Ginjal Kronik Non-Dialisis di RSUD Ulin Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | ALYA DIL ULYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-05 |
Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) mencerminkan progresivitas penyakit ginjal kronik (PGK) dan diduga dipengaruhi oleh terapi penghambat renin- angiotensin-aldosteron system (RAAS), diantaranya angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI) dan angiotensin receptor blocker (ARB), dengan menurunkan tekanan intraglomerular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi penghambat RAAS terhadap LFG pada pasien PGK non-dialisis. Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif pada pasien PGK non- dialisis yang mendapat terapi penghambat RAAS (ACEI dan ARB) pada tahun 2023. Variabel bebas penelitian ini adalah terapi penghambat RAAS dan variabel terikatnya adalah LFG, yang dihitung dengan rumus CKD-EPI, dan diukur pada awal pengamatan dan 1 bulan sesudahnya. Analisis pengaruh penghambat RAAS terhadap LFG dilakukan dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian didapatkan 71 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan proporsi perempuan yang lebih banyak (50,7%), median usia 51,0 (42,56) tahun, dan paling banyak berada pada stadium 4 (35,2%). Proporsi penggunaan ARB sebesar 81,7% dan ACEI sebesar 18,3%. Median LFG pada awal pengamatan sebesar 25,50 (14,90- 48,60) ml/menit/1,73 m2 dan pada 1 bulan setelahnya sebesar 19,40 (11,50-43,00) ml/menit/1,73 m2, dengan penurunan LFG yang bermakna (p = 0,009). Simpulan penelitian ini adalah terdapat penurunan LFG yang signifikan pada pasien PGK non-dialisis yang mendapat terapi penghambat RAAS.
Kata-kata kunci: Penyakit Ginjal Kronik, Laju Filtrasi Glomerulus, penghambat RAAS, ACEI, ARB
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI