DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN KADAR HBA1C TERHADAP MANIFESTASI RETINOPATI PADA PASIEN DIABETES MELITUS
PENGARANG:AKHMAD CHAIRUL ROMADHON
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-01-06


Retinopati diabetik adalah komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus (DM) dan dapat ditemukan dalam bentuk non proliferatif retinopati diabetik (NPRD) dan proliferatif retinopati diabetik (PRD). Hemoglobin terglikasi (HbA1c) merupakan parameter laboratorium yang digunakan sebagai kontrol glikemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan manifestasi retinopati pada pasien DM. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. 149 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah total sampling. Subyek penelitian ini adalah 142 pasien retinopati diabetik (RD) yang tercatat secara lengkap pada database BEST DIAB 2 RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2019-2024. Data dianalisis dengan uji Chi square menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 196 (30,1%) dari 652 pasien DM mengalami RD. Pasien dengan manifestasi NPRD berjumlah 86 orang (60,6%) dengan rincian 75 orang pada kelompok kadar HbA1c tidak terkontrol (52,8%) dan 11 orang pada kelompok kadar HbA1c terkontrol (7,8%). Pasien dengan manifestasi PRD sebanyak 56 orang (39,4%) dengan rincian 47 orang pada kelompok HbA1c tidak terkontrol (33,1%) dan 9 orang pada kelompok HbA1c terkontrol (6,3%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara kadar HbA1c dengan manifestasi RD (p=0,583).

Kata-kata kunci: diabetes melitus, retinopati, HbA1c, non-proliferatif retinopati diabetik, NPRD, proliferatif retinopati diabetik, PRD. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI