DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN MICRONEEDLE ACNE PATCH EKSTRAK KULIT PETAI (Parkia speciosa Hassk.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus | |
| PENGARANG | : | NENSI AGUSTIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-13 |
Jerawat adalah gangguan peradangan kronis yang muncul sebagai komedo, papula, pustula, nodul, dan eritema. Bahan alam potensial yang dapat menjadi alternatif dalam pengobatan jerawat adalah kulit petai. Efektivitas terapi jerawat dapat meningkat dengan penggunaan sistem penghantaran obat yang tepat. Dissolving microneedle akan melepaskan obat yang terenkapsulasi dalam polimer dan tidak meninggalkan residu jarum yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi ekstrak kulit petai terhadap karakteristik dan aktivitas antibakteri sediaan terhadap S. aureus. Formulasi microneedle acne patch menggunakan polimer PVA, PVP, dan HPMC dengan cetakan microneedle yang memiliki tinggi 1500 μm dan diameter 80 μm di bagian dasar serta 5 μm di bagian ujung jarum. Peningkatan konsentrasi ekstrak berpengaruh secara signifikan terhadap pH dan daya serap lembap sediaan. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi agar Kirby-Bauer. Diameter zona hambat yang terbentuk pada sediaan F1 (6%), F2 (8%), F3 (10%), kontrol positif (Microneedle Acne Patch Let’s Glow), dan kontrol negatif (basis microneedle) secara berturutturut adalah 5,10 mm ± 0,13; 7,03 mm ± 0,10; 9,33 mm ± 0,18; 13,35 mm ± 0,82, dan 0,00 mm ± 0,00. Hasil uji statistik Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan bermakna konsentrasi ekstrak kulit petai terhadap aktivitas antibakteri yang dihasilkan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI