DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERLAKUAN SUHU DAN WAKTU PROSES PEMBUATAN BIOFOAM MENGGUNAKAN SERAT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) SEBAGAI FILLER UNTUK MENINGKATKAN MUTU MEKANIS
PENGARANG:FERI RAHMADANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-01-14


Styrofoam merupakan salah satu jenis kemasan yang mengandung bahan kimia berupa stirena yang berbahaya dan sulit untuk didegradasi sehingga menciptakan limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Berdasarkan hal ini, alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan styrofoam adalah biofoam. Dalam penelitian ini biofoam diinovasikan menjadi bentuk tray atau baki agar penggunaannya lebih mudah sebagai pengemas. Dalam pembuatan biofoam tray bahan yang digunakan berupa bahan yang mudah terurai yakni pati tapioka. Namun, penggunakan pati tapioka saja menghasilkan sifat mekanik yang tidak terlalu baik menurut hasil penelitian terdahulu. Upaya yang untuk memperbaiki hal tersebut adalah dengan menggunakan bahan penguat berupa fiber kelapa sawit (FKS). Melimpahnya FKS sebagai sisa hasil pengolahan buah sawit menjadi CPO yang masih minim pemanfaatan menjadi alasan penggunaan limbah ini sebagai bahan penguat pada biofoam. Selain itu penggunaan FKS dapat meningkatkan karakteristik produk baik secara fisik dan mekaniknya dengan menghasilkan struktur yang lebih baik. FKS yang digunakan terdiri dari 2 ukuran yaitu 0-3 mm dan 3-8 mm, variasi ukuran FKS digunakan untuk menginvestigasi pengaruh ukuran panjang FKS terhadap sifat mekanis yang dihasilkan. Proses pengolahan produk biofoam dilakukan dengan ketetapan konsentrasi pati tapioka sebanyak 80%, serat FKS 20% dan air sebanyak 25g menggunakan metode thermopressing dengan cetakan berbentuk tray. Suhu thermopressing yang digunakan terdiri dari 4 variasi yaitu 180 oC, 190 oC, 200 oC dan 210 oC.  Kemudian lamanya waktu pencetakan terdiri dari 150, 180, 210 dan 240 detik. Kemudian dilakukan uji berupa, uji kadar air, daya serap air, kuat tarik, kuat tekan, densitas, biodegradasi 14 hari dan biodegradasi 28 hari. kemudian dilakukan analisa untuk menentukan hasil terbaik untuk dilakukan karakterisasi lanjut dengan uji SEM, FTIR dan TGA. selain itu dilakukan perhitungan Harga Pokok Produksi untuk biofoam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bahan alternatif pengganti styrofoam dengan memproduksi biofoam menggunakan penambahan FKS sebagai filler untuk meningkatkan sifat mekaniknya menggunakan metode Thermopressing.        

 

Kata Kunci: styrofoam, biofoam, fiber kelapa sawit, thermopressing

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI