DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRARANCANGAN PABRIK SIRUP GLUKOSA DARI BUAH MANGROVE MELALUI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD REZAL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-15 |
Sirup glukosa merupakan produk cair yang tidak berwarna dan berbau, kental serta tidak mudah mengkristal. Pada pabrik makanan, sirup glukosa banyak digunakan dalam berbagai produk seperti monosodium glutamat, penyedap rasa, karamel, jeli, pastilles, marshmallow, maltodextrins, coffee whitener, dan bubuk dessert. Bahan baku yang digunakan dalam produksi ini adalah pati dari buah mangrove yang diolah melalui proses hidrolisis enzimatis. Proses ini melibatkan enzim α-amylase dan glukoamylase untuk menghidrolisis pati menjadi glukosa.Pabrik ini didukung dengan unit utilitas yang terdiri dari penyedia steam dan listrik serta penyediaan air. Pabrik sirup glukosa direncanakan berdiri pada tahun 2029 dengan kapasitas produksi mencapai 20.000 ton per tahun. Proses utama dalam pabrik ini meliputi likuifikasi dan sakarifikasi. Proses likuifikasi dilakukan menggunakan reaktor alir tangki berpengaduk dengan temperatur 95 °C dan tekanan 1 atm, dilengkapi dengan jaket pendingin. Sementara itu, proses sakarifikasi dilaksanakan di reaktor batch dengan suhu operasional 60 °C dan tekanan 1 atm dengan jaket pendingin. Setelah reaksi, produk reaktor batch kemudian dipompa melalui filter press untuk memisahkan cake dari larutan. Setelah pemisahan, larutan glukosa akan melalui tahap pertukaran ion dengan kation dan anion exchanger untuk menghilangkan ion positif dan negatif yang ada dilarutan. Selanjutnya sirup glukosa akan dialirkan menuju evaporator untuk menghilangkan beberapa bagian air dengan cara diuapkan, beroperasi pada temperatur 102 °C dan tekanan 1 atm, sebelum akhirnya masuk ke tangki penyimpanan. Pemasaran sirup glukosa ini ditunjukan terutama untuk konsumsi domestik, namun juga akan dipasarkan ke luar negeri. Badan usaha yang diusulkan berupa Perseroan Terbatas (PT), menggunakan organisasi berbasis garis dan staf. Karyawan diatur dalam waktu bergantian dan tidak, dimana total kebutuhan karyawan sejumlah 111 orang. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa Total Capital Invesment (TCI) mencapai Rp 316.197.333.776,66 sedangkan pendapatan dari hasil penjualan diperkirakan sebesar Rp 387.398.564.101,00. Pengembalian investasi sebelum pajak diperkirakan mencapai 27%, sementara setelah pajak adalah 17,79%. Waktu pembayaran sebelum pajak adalah 2,8 tahun, dan sesudah pajak 3,9 tahun. Dengan demikian, Break Event Point ditentukan pada angka 46%, sementara Shut Down Point pada 21%. Dengan demikian, pabrik sirup glukosa berkapasitas 20.000 ton per tahun ini dinyatakan bisa ditinjau lebih lanjut.
Kata kunci: Sirup glukosa, hidrolisis enzim, likuifikasi, sakarifikasi, α-amylase, glukoamylase
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI