DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERSEPSI DAN TRADISI MASYARAKAT BANJAR MENGENAI BUDAYA ISAP BUYU DALAM MENYUMBANG RISIKO KEKURANGAN GIZI BALITA (Kajian Literasi terhadap Faktor Higiene Sanitasi di Desa Bunglai Kecamatan Aranio) | |
| PENGARANG | : | RAIDA ATHAYA SARY | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-15 |
Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Desa Bunglai mencapai 35%, kasus gizi kurang sebesar 6% dan kasus underweight sebesar 15,8%. Faktor sosial budaya dapat mempengaruhi terjadinya permasalahan gizi balita salah satunya budaya Isap Buyu. Isap Buyu adalah istilah yang digunakan dalam kepercayaan khususnya masyarakat Banjar untuk menggambarkan kondisi kesehatan anak yang dianggap disebabkan oleh gangguan makhluk gaib. Penyakit ini sering kali dikaitkan dengan pantangan yang dilanggar oleh ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor persepsi dan tradisi kebudayaan Isap Buyu dalam mempengaruhi kejadian kekurangan gizi balita. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari 4 informan. Penelitian dilakukan di Desa Bunglai Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dalam memandang fenomena Isap Buyu merupakan penyakit yang disebabkan gangguan makhluk halus dan status gizi ibu hamil. Pada persepsi ini terdapat faktor yang mendukung terjadinya kekurangan gizi balita meliputi pantangan makanan, status gizi ibu hamil, usia kandungan, ASI Eksklusif, MPASI, infeksi penyakit lain dan higiene sanitasi. Pada tradisi Isap Buyu terdapat ritual pengobatan tradisional yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini seperti menggunakan gelang, mandi dalam rinjing (wajan), mandi air basuhan kelamin bapak dari anak. Pengobatan medis baru diberikan setelah orang tua merasa pengobatan tradisional tidak memberikan hasil yang signifikan yang berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam penanganan pengobatan balita.
Kata Kunci: Kekurangan gizi, Isap Buyu, persepsi, tradisi
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI