DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KAJIAN PERSEPSI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU MENGINANG SIRIH PADA MASYARAKAT SUKU BANJAR (Studi Kualitatif pada Masyarakat di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah)
PENGARANG:NUR SHOFA FHADILA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-01-15


Menginang sirih merupakan tindakan mengunyah daun sirih dengan atau tanpa campuran bahan lain seperti biji pinang, kapur, gambir dan tembakau. Keberadaan budaya menginang baik di dunia maupun Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan semakin berkurang. Hanya daerah tertentu yang masih menjalankan praktik menginang, salah satunya adalah masyarakat suku Banjar. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi masyarakat Suku Banjar terhadap perilaku menginang sirih di Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 7 informan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kesehatan yang terbentuk dimasyarakat didasari pada persepsi dampak positif yang dirasakan setelah melakukan kebiasaan menginang sirih. Seperti membuat gigi sehat dan kuat, nafas menjadi wangi, menyegarkan tubuh, dan membuat bersemangat. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan sakit kepala, vertigo, asam lambung, dan mengantuk. Selain itu, perasaan kecanduan, rasa menginang, kondisi fisik dan kondisi emosional jika sehari tidak menginang, pandangan terhadap budaya menginang bagi anak-anak serta menginang sebagai alternatif pengganti rokok agar menurunkan faktor risiko penyakit tidak menular akibat rokok dapat menjadi pendorong masyarakat untuk tetap meneruskan budaya ini.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI