DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Ketersediaan Air Embung Kampung Banjar dan Embung Kebun Raya Kota Banjarbaru untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Pariwisata | |
| PENGARANG | : | SALSABILA ZATA ALIFA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-16 |
Embung Kampung Banjar dan Embung Kebun Raya dibangun untuk mengatasi daerah resapan yang terganggu akibat pembukaan lahan untuk pembangunan area perkantoran pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Kedua embung ini direncanakan berfungsi sebagai resapan air, kawasan pariwisata air, dan sumber air baku di dalam kawasan perkantoran tersebut. Ketersediaan air di embung diharapkan selalu stabil. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang analisis ketersediaan air di kedua embung tersebut untuk memastikan bahwa air tampungan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan khususnya untuk kebutuhan pariwisata.
Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis data, hasil, dan pembahasan. Tahapan analisis meliputi analisis laju infiltrasi, analisis evapotranspirasi, analisis ketersediaan air, analisis debit andalan, serta menganalisis ketersediaan air untuk kebutuhan air non domestik (pariwisata) di kedua embung.
Pada pengamatan titik Inflow dan Outflow selama 2 bulan, pada Embung Kampung Banjar di titik Inflow dan Outflow mengalami kenaikan air yang signifikan pada akhir Bulan November hingga Bulan Desember karena pada waktu tersebut kumulatif curah hujan terjadi cukup tinggi dan resapan air hujan yang cukup baik yang ditandai dengan hasil laju infiltrasi yang tergolong sangat cepat. Sedangkan, pada Embung Kebun Raya tidak mengalami kenaikan air yang signifikan dan cenderung stabil baik pada titik Inflow maupun Outflow nya karena laju infiltrasi yang masih tergolong cepat, dan kapasitas Inflow yang lebih rendah. Berdasarkan hasil perhitungan analisis ketersediaan air embung untuk kebutuhan non domestik (pariwisata) surplus tertinggi berada pada Bulan Desember untuk kedua embung dimana ketersediaan air mengalami surplus sebesar 0,1444 m³/detik untuk Embung Kampung Banjar dan 0,1882 m³/detik untuk Embung Kebun Raya. Sedangkan defisit terendah berada pada Bulan Januari untuk kedua embung yaitu sebesar 0,0177 m³/detik untuk Embung Kampung Banjar dan 0,0231 m³/detik untuk Embung Kebun Raya.
Kata Kunci: Ketersediaan Air, Kebutuhan Air Pariwisata, Kapasitas Tampungan Embung, Embung Kampung Banjar, Embung Kebun Raya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI