DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Erosi Dan Sedimentasi Di Embung Cempaka Dan Embung Gunung Kupang Untuk Pengendalian Banjir Di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru
PENGARANG:JOAN ANTHONI FERNANDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-01-17


ABSTRAK

Banjir adalah salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota yang padat penduduk. Banjir besar pada Februari 2023 melanda Kecamatan Cempaka dan Gunung Kupang. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah membangun Embung Cempaka dan Embung Gunung Kupang untuk mengontrol banjir dan meningkatkan resapan air ke dalam tanah. Perubahan tata guna lahan di hulu embung sangat mempengaruhi embung, khususnya erosi lahan dan sedimentasi yang masuk ke badan embung, yang akan mengurangi kinerja embung dalam mereduksi banjir. Oleh karena itu, diperlukan analisis erosi dan sedimentasi untuk mendukung pengelolaan yang lebih baik dalam pengendalian banjir di Kecamatan Cempaka.

Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengukuran sedimen lapangan dan foto keadaan lokasi. Data hujan, data tata guna lahan, data jenis tanah, data topografi, dan data konservasi adalah data sekunder. Pada penelitian ini, laju erosi dan sedimentasi dihitung menggunakan pengukuran lapangan, metode USLE, dan metode MUSLE.

Berdasarkan hasil analisis, didapatkan laju erosi metode USLE pada Embung Cempaka laju erosi sebesar 131,934 ton/ha/tahun dan laju sedimen sebesar 38,0765 ton/ha/tahun, berdasarkan metode MUSLE didapatkan laju erosi dan sedimentasi sebesar 16,691 ton/ha/tahun, berdasarkan pengukuran lapangan didapatkan laju sedimen sebesar 3,4063 ton/ha/tahun dengan reduksi puncak setelah banjir 25,088 /s lebih kecil dari debit puncak sebesar 33,277 /s yang menunjukan pengendalian banjir dengan membangun Embung Cempaka efektif. Pada Embung Gunung Kupang, didapatkan laju erosi metode USLE sebesar 18,790 ton/ha/tahun dan laju sedimen sebesar 6,057 ton/ha/tahun, berdasarkan metode MUSLE sebesar 3,927 ton/ha/tahun, dan berdasarkan pengukuran lapangan didapatkan laju sedimen sebesar 9,648 ton/ha/tahun dengan reduksi puncak setelah banjir 21,343 /s lebih kecil dari debit puncak sebesar 28,310 /s yang mengartikan pengendalian banjir dengan membangun Embung Gunung Kupang efektif.

KATA KUNCI: Erosi DAS, Sedimen Embung, USLE, MUSLE, Embung

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI