DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KAJIAN PARAMETER KIMIA, FISIK DAN MIKROBIOLOGI SEBAGAI BAHAN BAKU AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) DI BALAI PENGELOLAAN AIR MINUM BANJARBAKULA | |
| PENGARANG | : | WAHYUNDI SAHPUTRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-01-30 |
Sahputra. 2024. Assessment of Chemical, Physical and Microbiological Parameters as Raw Materials for Bottled Drinking Water (AMDK) at Banjarbakula Drinking Water Management Center. Advisor: Prof. Dr. Kissinger, S. Hut, M. Si; Dr. Dini Sofarini, S.Pi, M.Si; Dr. Ir. Rukmini, M.P.
Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus memenuhi standar kesehatan agar layak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air minum di BPAM Banjarbakula, yang diproyeksikan sebagai bahan baku untuk produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Kualitas air diukur berdasarkan parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi, mengacu pada standar yang ditetapkan dalam Permenkes No. 2 Tahun 2023. Penelitian dilakukan pada bulan April 2024 di fasilitas BPAM Banjarbakula, dengan titik pengambilan sampel di Clearwell dan Reservoir. Sampel diambil pada waktu pagi dan siang selama tiga hari berturut-turut, kemudian diuji di tiga laboratorium yang berbeda. Metode yang digunakan mencakup pengukuran parameter fisik (suhu, total dissolved solids/TDS, kekeruhan, warna, dan bau), parameter kimia (pH, nitrat, nitrit, besi, mangan, sisa klor, arsen, kadmium, timbal, fluorida, dan aluminium), serta parameter mikrobiologi (Escherichia coli dan Total Coliform). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik nonparametrik uji-t satu sampel untuk membandingkan hasil pengukuran terhadap standar baku mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter fisik dan kimia memenuhi standar yang ditetapkan. Namun, ditemukan masalah pada kekeruhan air di Clearwell yang melebihi batas standar (hingga 3,86 NTU) dan kandungan sisa klor di Reservoir yang berlebih (hingga 0,9 mg/L), yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Selain itu, hasil uji mikrobiologi menunjukkan adanya kontaminasi Escherichia coli (15 CFU/100ml) dan Total Coliform (>200 CFU/100ml) di Clearwell, yang mengindikasikan perlunya peningkatan proses desinfeksi. Berdasarkan hasil uji-t, tidak terdapat perbedaan signifikan pada sebagian besar parameter antara Clearwell dan Reservoir, kecuali pada parameter sisa klor. Dari hasil analisis, direkomendasikan penggunaan air dari Reservoir sebagai bahan baku AMDK dengan tambahan proses penyimpanan selama 24 jam untuk mengurangi sisa klor. Rekomendasi lainnya adalah penambahan sistem Saringan Pasir Lambat (SSF) atau teknologi Reverse Osmosis untuk memaksimalkan kualitas air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi BPAM Banjarbakula dalam perencanaan produksi AMDK yang aman dan sesuai standar kesehatan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI