DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FAKTOR- FAKTOR PENENTU GOLPUT DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA TAHUN 2013 DI DESA BATU TUHUP DAN KELURAHAN BATU BUA I | |
| PENGARANG | : | AL IKHWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-04-15 |
ABSTRAK
Al Ikhwan, D1B114204, 2018, Faktor-Faktor Penentu Golput Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Murung Raya Tahun 2013 di Kecamatan Laung Tuhup. Dibimbing oleh Bapak Apriansyah selaku pembimbing I dan Ibu Netty Herawaty selaku pembimbing II.
Pemilihan umum menjadi salah satu indikator stabil dan dinamisnya demokratisasi suatu bangsa. Di Indonesia, penyelengaraan pemilu baik itu pemilu presiden, pemilu legislatif dan pemilu kepala daerah selalu diwarnai dengan munculnya golongan putih atau golput. Salah satu angka golput yang tertinggi terjadi dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Dearah Kabupaten Murung Raya tahun 2013 sebesar 31,47%. Tingginya angka golput yang diindikasikan dari rendahnya partisipasi politik masyarakat dalam pemilu ditentukan oleh beberapa faktor seperti faktor psikologis, faktor sistem politik, faktor kepercayaan politik dan faktor latarbelakang sosial ekonomi.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor psikologis (X1), faktor sistem politik (X2), faktor kepercayan politik (X3) dan faktor latarbelakang social ekonomi (X4) terhadap perilaku golput (Y) masyarakat kecamatan Laung Tuhup dalam pemilukada kabupaten Murung Raya tahun 2013.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini ditetapkan sebanyak 98 orang masyarakat kecamatan laung tuhup dan dengan menggunakan radius dari ibukota kecamatan dengan jarak ± < 1 km untukjarak yang paling dekat dan ± < 5 km untuk jarak terjauh. Dari masing-masing jarak tersebut diambil sampel sebanyak 49orang responden untuk jarak yang paling dekat yaitu desa Batu Tuhup dan 49 responden untuk jarak paling jauh yaitu kelurahan Batu Bua I dengan memberikankesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil pengujian didapatkan dengan menggunakan α = 5%, dimana jika nilai sig < 0,05 atau Fhitung > Ftabel Ha diterima dan jika nilai sig > 0,05 atau Fhitung < Ftabel, Ho diterima serta Ftabel = F (k ; n-k). Dari hasil diperoleh untuk Ftabel sebesar 2,47 dan nilai Fhitung adalah 1,492. Karena Fhitung < Ftabel (1,492 < 2,47), maka Ho diterima, artinya faktor-faktor penentu golput yang terdiri dari faktor psikologis, faktor sistem politik, faktor kepercayaan politik dan faktor kepercayaan politik dan faktor latarbelakang sosial ekonomi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap keputusan masyarakat Kecamatan Laung Tuhup untuk golput dalam Pemilihan Kepala Daearah Kabupaten Murung Raya Tahun 2013.
Kata Kunci : Faktor-Faktor Penentu Golput, Perilaku Golput
ABSTRACT
Al Ikhwan, D1B114204, 2018,Determinants factors of nonvoters In the 2013 Murung Raya District Head Election in Laung Tuhup District. Advised by Mr. Apriansyah as mentor I and Ms. Netty Herawaty as mentor II.
General elections are one of indicators the stability and dynamism of a nation's democratization. In Indonesia, an implementation of elections both presidential elections, legislative elections and regional head elections are always colored by the emergence of non-voters or abstainers. One of the highest rates of abstainers occurred in the 2013 election of Head of Regional and Deputy Chief of District of Murung Raya, amounting to 31.47%. The high number of abstainers indicated by the low political participation of the people in elections is determined by several factors such as psychological factors, political system factors, political trust factors and socio-economic background factors.
This study aims to examine the effect of psychological factors (X1), political system factors (X2), political trust factors (X3) and socio-economic background factors (X4) on the behavior of abstainers (Y) in Laung Tuhup sub-district in Murung Raya district election in 2013.
This study used a quantitative approach. The sample of this study was set as many as 98 people from the sub-district of Laung, and using a radius from the capital of the sub-district with a distance of distance. From each of these distances a sample of 49 respondents was taken for the closest distance, which is Batu Tuhup village and 49 respondents for the furthest distance, namely Batu Bua I village by providing same opportunities for each member of the population to be sampled. Data collection uses questionnaires, while data analysis uses multiple linear regression with 95% confidence level.
The test results are obtained by using α = 5%, where if the value of sig Ftable Ha is accepted and if the value of sig> 0.05 or Fcount <Ftable, Ho is accepted and Ftable = F (k; n-k). From the results obtained for Ftable of 2.47 and the value of Fcount is 1.492. Because Fcount
Keyword : Determinantsfactors of nonvoters, Behavior of nonvoters
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI