DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERBANDINGAN KINERJA KITOSAN DAN BIJI KELOR SEBAGAI KOAGULAN PENDAMPING UNTUK MENURUNKAN TURBIDITAS DAN KADAR SENYAWA ORGANIK DALAM LIMBAH DETERGEN
PENGARANG:SHABILA FATIMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-02-04


 

Pemakaian detergen menghasilkan limbah yang mengandung surfaktan yang sulit didegradasi secara alamiah. Salah satu upaya pengolahan limbah detergen ini adalah dengan metode koagulasi-flokulasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian mengenai kemampuan kitosan dan biji kelor sebagai koagulan pendamping yang dikombinasikan dengan tawas (aluminium sulfat) untuk menurunkan turbiditas dan kadar senyawa organik dalam limbah detergen. Penentuan dosis optimum kombinasi koagulan tunggal dan koagulan pendamping dilakukan dengan perangkat jar test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis optimum untuk koagulan tawas dan kitosan sebagai koagulan tunggal, yaitu 10 mg/L, sedangkan dosis optimum koagulan biji kelor, yaitu 5 mg/L. Persentase penurunan turbiditas oleh tawas, kitosan, dan biji kelor masing-masing sebesar 31,20%, 19,79%, dan 9,58%. Pada dosis optimum tawas, kitosan, dan biji kelor 100 mg/L mampu menurunkan kadar senyawa organik dengan persentase berturut-turut, yaitu 25,88%, 24,03%, dan 20,33%. Kombinasi koagulan tawas dan kitosan pada dosis optimum masing-masing 1 mg/L menurunkan turbiditas sebesar 40,93%, sedangkan kombinasi tawas (5 mg/L) dan biji kelor (0,6 mg/L) mampumenurunkan turbiditas sebesar 56,59%. Penurunan kadar senyawa organik, kombinasi tawas (10 mg/L) dan kitosan (1 mg/L) menghasilkan penurunan 26,21%, sementara kombinasi tawas (1 mg/L) dan biji kelor (1 mg/L) memberikan penurunan 25,82%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kitosan maupun biji kelor mampu menjadi koagulan pendamping untuk menurunkan penggunaan koagulan anorganik tawas.

 

Kata kunci: Air limbah detergen, koagulasi-flokulasi, kitosan, biji kelor, koagulan pendamping

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI