DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PENGARUH WAKTU PENCAMPURAN TERHADAP DEFORMASI VERTIKAL PADA CAMPURAN BENTONITE DAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN DASAR CLAY LINER
PENGARANG:MUHAMMAD NAUFAL HERFIAN RIZQULLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-02-05


Kebutuhan akan material ramah lingkungan dengan performa tinggi dalam aplikasi teknik, seperti pelapis tanah dan pengelolaan limbah, telah mendorong penelitian terhadap campuran bentonit dan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu pencampuran terhadap sifat fisik, kimia, dan konsolidasi campuran bentonit-kitosan yang dimodifikasi menggunakan asam asetat dan sodium tripolyphosphate. Waktu pencampuran bervariasi antara 1 hingga 4 jam untuk masing-masing komponen, dengan analisis meliputi sifat fisik (Liquid Limit, Plastic Limit, dan Plasticity Index), sifat kimia (FTIR), morfologi (SEM), pengembangan (swelling), serta parameter konsolidasi seperti koefisien konsolidasi (Cv), indeks kompresi (Cc), dan indeks pengembangan (Cs), yang diuji menggunakan alat oedometer. Penelitian ini melibatkan pencampuran kitosan dan bentonit menggunakan asam asetat pada suhu 60°C, dilanjutkan dengan pencampuran menggunakan sodium tripolyphosphate sebagai agen pembentuk ikatan silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pencampuran yang lebih lama secara signifikan memengaruhi sifat fisik, kimia, dan karakteristik konsolidasi material. Waktu pencampuran yang lebih lama meningkatkan kapasitas retensi air, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan nilai Liquid Limit (LL) dan Plasticity Index (PI) pada variasi 2+4. Analisis FTIR menunjukkan keberhasilan pembentukan ikatan silang antara kitosan, bentonit, dan sodium tripolyphosphate, yang didukung oleh hasil SEM yang menunjukkan morfologi material lebih kompak dengan waktu pencampuran lebih panjang. Uji swelling menggunakan oedometer menunjukkan kapasitas pengembangan tertinggi pada variasi 2+4, yaitu hampir mencapai 21%. Parameter konsolidasi menunjukkan bahwa indeks kompresi (Cc) pada variasi 1 cenderung lebih tinggi, dengan nilai berkisar antara 0,6 hingga 0,7, dibandingkan dengan 0,4 hingga 0,6 pada variasi 2, yang mencerminkan potensi deformasi vertikal yang lebih besar pada variasi 1. Indeks pengembangan (Cs) juga lebih tinggi pada variasi 1, dengan nilai berkisar antara 0,15 hingga 0,2, sementara variasi 2 memiliki nilai yang lebih stabil di sekitar 0,1 hingga 0,15, menunjukkan resistensi yang lebih baik terhadap perubahan volume. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu pencampuran yang lebih lama meningkatkan interaksi kimia, kapasitas pengembangan, dan stabilitas material, meskipun memperlambat proses konsolidasi. Variasi 2+4 memberikan hasil yang optimal untuk aplikasi yang membutuhkan kapasitas retensi air tinggi, pengembangan maksimal, dan stabilitas struktur, sementara variasi 1 lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan deformasi yang lebih cepat dan fleksibilitas yang lebih tinggi. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperpanjang waktu perendaman hingga proses swelling selesai sepenuhnya dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap sifat fisik dan mekanik material, khususnya untuk aplikasi di lingkungan nyata.

Kata Kunci: Bentonit, Kitosan, Waktu Pencampuran, Pengembangan, Konsolidasi, Indeks Kompresi (Cc), Indeks Pengembangan (Cs), Sodium Tripolyphosphate, Asam Asetat, Sifat Fisik, Sifat Kimia

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI