DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Simulasi Pengelasan SMAW ( Shielded Metal Arc Welding ) Menggunakan CAE ( Computer Aided Engineering ) Simulation Untuk Menentukan Distribusi Temperatur Dan Tegangan Sisa Pada Baja SS400 | |
| PENGARANG | : | ADNAN MAULANA SIDIQ | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-02-17 |
Pengelasan merupakan metode penyambungan logam yang memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri, seperti otomotif, konstruksi, pembuatan kapal, dan energi. Shielded Metal Arc Welding (SMAW) adalah teknik pengelasan yang populer karena kemudahan aplikasinya serta kemampuannya menghasilkan sambungan yang kuat dan tahan lama. Namun, tantangan utama dalam pengelasan adalah mengontrol distribusi temperatur dan tegangan sisa yang dapat mempengaruhi integritas struktural material. Distribusi temperatur yang tidak merata dapat menyebabkan cacat seperti distorsi dan retakan, sementara tegangan sisa yang tinggi berpotensi mengurangi performa mekanis dan masa pakai material, khususnya pada baja SS400 yang banyak digunakan dalam industri konstruksi dan otomotif. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk distribusi temperatur dan tegangan sisa terbentuk melalui variasi temperatur dan groove pengelasan dengan tujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik untuk mengurangi dampak buruk dari pengelasan.
Pada penelitian sebelumnya (Syafa’at, 2021) melakukan sebuah penelitian terkait pengelasan dengan variasi yang dilakukan ialah groove, heat flux, dan konveksi. Output yang ditemukan pada penelitian tersebut ialah distribusi temperatur, jarak sebaran panas dan waktu, penelitian tersebut tidak membahas deformasi yang terbentuk. Maka dari itu penelitian ini akan menjelaskan juga deformasi yang terbentuk akibat dari distribusi temperatur dan tegangan sisa. Selain itu, penelitian ini akan melibatkan dua pengujian fisik sebagai validasi data diantaranya pengambilan temperatur pada tiga titik dan uji tarik yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan spesimen dengan double v groove merupakan spesimen yang memiliki tegangan sisa terkecil dengan nilai tegangan sisa tarik 6,2699 Pa dan tegangan sisa tekan -9,7236 Pa dan deformasi tertinggi yang terbentuk ialah 0,00011167 m. Berdasarkan uji validasi data melalui pengambilan temperatur didapatkan nilai error 4,314% hingga 11,549%. Sedangkan uji validasi data melalui uji tarik didapatkan 0,9541% hingga 4,8975% yang berarti data engineering dan setting yang dilakukan hampir mendekati kondisi yang sebenarnya.
Saran untuk penelitian selanjutnya ialah untuk mengembangkan simulasi SMAW ini dengan mempertimbangkan melalui penambahkan beberapa parameter yang sebelumnya belum pernah dilakukan seperti variasi tebal plat, material, variasi sudut groove pengelasan, dan beberapa treatment seperti pre-welding treatment dan post-welding treatment. Hal ini dikarenakan banyak variabel yang memiliki pengaruh besar pada hasil lasan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana fenoma dan perilaku yang terjadi dengan variasi yang berbeda pada kualitas hasil lasan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI