DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK POLIETILEN TEREFTALAT DARI ASAM TEREFTALAT DAN ETILEN GLIKOL DENGAN PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN
PENGARANG:DENISKA NUGRAFITA SYADAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-02-19


Prarancangan pabrik polietilen tereftalat dari asam tereftalatdan etilen glikoldengan proses esterifikasi kapasitas 100.000ton/tahun dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan polietilen tereftalat di Indonesia pada tahun 2030 mendatang. Polietilen tereftalat disingkat dengan PET merupakan bahan kimia yang banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan botol alat medis ataupun kemasan makanan. Kebutuhan PET ini akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi manusia di dunia. Oleh karena itu, PET memiliki pandangan ke depan untuk lebih meningkatkan jumlah produksinya. Pabrik ini direncanakan akan berdiri di daerah Karawang, Jawa Barat dengan luas tanah sebesar 35.505 m2. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun dengan jumlah tenaga kerja 150 orang.

 

Pabrik polietilen tereftalat yang akan dibangun diproduksi dari bahan baku asam tereftalat dan etilen glikol dengan menggunakan proses esterifikasi. Proses pembuatan PET bahan baku perbandinganantaraasam tereftalatdanetilen glikol yang akan masuk ke dalam tangki pencampuran adalah 1:2 pada suhu 30oC tekanan 1 atm selama 30 menit. Selain bahan baku utama, ditambahkan katalis antimon trioksida(Sb2O3) pada reaktor CSTR (TPA+EG). Reaksi yang terjadi padareaktor ini dikenaldenganreaksi esterifikasi. Reaksiyang terjadi direaktor esterifikasi bertujuan untuk pembentukanmonomer,yaituBis-(hydroxyethyl)terephtalate (BHET).Produk samping yang diperoleh dari reaksi ini adalah air (H2O) dan EG tidak bereaksi. Kemudian Kemudian produk over flow dari reaktor CSTR dipompakan ke reaktor fixed bed. Reaksi yang terjadi adalah polikondensasi BHET menjadi PET dengan menggunakan katalis Sb2O3 dalam bentuk butiran. Reaktan dimasukkan ke dalam reaktor dalam fase cair. Proses di reaktor ini menghasilkan monomer dengan derajat polimerisasi 100 (PET100) dan EG yang tidak bereaksi.EG yang tidak bereaksi akan dihisap oleh steam yang dihasilkan oleh ejektor kemudian akan di kondensasikan oleh kondensor. Dalam proses ini, uap air dan EG dikirim ke flash tank untuk dipisahkan antara uap dan cairannya. Produk yang dihasikan dari reaktor polikondensasi dipompakan ke unit dekanter, untuk memisahkan PET dari produk samping yang terjadi pada reaksi polikondensasi. Produk samping itu yaitu BHET memiliki densitas lebih besar dari PET. Produk atas yaitu cairan PET dialirkan menggunakan pompa menuju alat crystallizer untuk proses mengkristalkan produk PET. Produk keluaran berupa kristal PET kemudian dimasukan ke alat ball mill untuk memperkecil ukuran PET. Kemudian menuju screening agar menyeragamkan ukuran PET, Kristal PET yang dihasilkan diangkut menuju gudang penyimpanan menggunakan screw conveyor.

 

Hasil Analisa Ekonomi didapat modal investasi sebesar Rp.530.164.376.522,54. dan diperoleh hasilpenjualan yaitu selama 330 hari sebesar Rp. 2.700.000.000.000. . Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 60% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 39%. Pay OutTime (POT) sebelum pajak 1,42 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajaksebesar 2,03 tahun. SehinggadiperolehBreakEventPoint(BEP)sebesar 47% danShutdown point(SDP)sebesar35%.Berdasarkanpertimbanganhasilevaluasitersebut,makapabrik polietilen tereftalat dengan kapasitas 100.000 ton/tahun ini layak didirikan.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI