DIGITAL LIBRARY



JUDUL:NERACA AIR DAN TINGGI MUKA AIR SALURAN PADA DAERAH IRIGASI RAWA PASANG SURUT BELANTI I PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PENGARANG:GHUFRON MUBTADI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-04-19


ABSTRAK

NERACA AIR DAN TINGGI MUKA AIR SALURAN PADA DAERAH IRIGASI RAWA PASANG SURUT BELANTI I PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Potensi lahan rawa pasang surut di Indonesia adalah seluas 39,40 juta ha. Dari luasan rawa pasang surut tersebut, hanya 2 juta ha yang telah dikembangkan untuk budidaya pertanian dan pemukiman. Salah satu daerah rawa yang memiliki potensi cukup besar adalah Daerah Irigasi Rawa Belanti I seluas 3.600 ha di Kalimantan Tengah. Guna membantu pemerintah dalam pengembangan rawa sebagai salah satu usaha ektensifikasi pertanian di Kalimantan, diperlukan pemodelan untuk mengetahui bagaimana pola pergerakan air pada Daerah Irigasi Rawa Belanti I serta bagaimana neraca airnya untuk melihat permasalahan yang ada di lokasi serta mencoba memberikan beberapa solusi yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.

Program HEC-RAS digunakan untuk memodelkan kondisi air dan mengevaluasi neraca air pada Daerah Irigasi Rawa Belanti I. Input data HEC-RAS menggunakan data pengamatan pasang surut yang diukur pada hulu saluran primer. Simulasi program dijalankan mengikuti waktu pengambilan data pasang surut (Juni II – Juli I). Pemodelan saluran primer dan saluran sekunder dilakukan terpisah untuk meminimalisasi error, dimana hasil pemodelan pada saluran primer yang berupa tinggi muka air kemudian dijadikan kondisi batas pada saat pemodelan saluran sekunder. Evaluasi terhadap neraca air dilakukan dengan membandingkan kebutuhan air irigasi dengan debit hasil pemodelan serta melihat elevasi muka air dari saluran primer hingga sekunder apakah dapat mengalir hingga ke hilir saluran.

Hasil evaluasi neraca air menunjukkan debit di saluran primer DIR Belanti I pada periode Juni II dan Juli I mencukupi kebutuhan air ditiap-tiap saluran sekundernya. Akan tetapi pada saat surut, air tidak dapat mengalir hingga ke saluran sekunder dan pada saat pasang kemungkinan terjadi banjir terutama pada saluran sekunder yang dekat dengan Sungai Kahayan, potensi banjirnya cukup besar. Diperlukan solusi yang tepat agar kebutuhan air irigasi dapat selalu terpenuhi dan limpasan tidak merusak area sawah. Salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan pintu air ditiap saluran sekunder secara optimal, dilakukan pemompaan pada saat surut, dan pembangunan tanggul di bantaran saluran primer maupun sekunder.

Kata Kunci: Irigasi Pasang Surut, HEC-RAS, Neraca Air, tinggi muka air.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI