DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN PARTIKEL CAMPURAN SERBUK GERGAJI KAYU KARET (Hevea brasiliensis) DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) | |
| PENGARANG | : | ABDUR RAHMAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-03-03 |
ABDUR RAHMAN. 2025. “Sifat Fisika Dan Makanika Papan Partikel Campuran Serbuk Gergajian Kayu Karet (Hevea brasiliensis) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis)”. Skripsi, Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Ir. Hj. Violet, M.P. dan Ir. H. Gt. A. R. Thamrin, M.P.
Kata Kunci: Papan partikel; Kayu karet; Tandan kosong; Polyvinyl acetate (PVAc); Sifat fisika; Sifat mekanika
Papan partikel adalah salah satu bentuk dari papan tiruan dengan bahan dasar partikel kayu (serbuk kayu gergajian) menggunakan bahan perekat yang kemudian dipress panas dan dingin sehingga terbentuk lembaran yang memiliki ukuran tertentu sesuai fungsi dan kegunaannya. Bahan baku pembuatan papan partikel saat ini tidak terbatas karena bisa memanfaatkan limbah hasil kayu gergajian maupun limbah perkebunan, contohnya seperti serbuk gergajian kayu karet dan tandan kosong kelapa sawit dapat dijadikan alternatif yang cocok dalam pembuatan papan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisika dan mekanika papan partikel yang dibuat dari serbuk gergajian kayu karet (Hevea brasiliensis) dan tandan kosong kelapa sawit (Elaeis guinensis). Parameter yang diuji meliputi kerapatan, kadar air, keteguhan lentur (MoE), dan keteguhan patah (MoR), serta kesesuaiannya dengan standar SNI 03-2105-2006. Papan partikel dibuat dengan menggunakan bahan perekat dan dipress panas serta dingin. Limbah kayu karet dan tandan kosong kelapa sawit dipilih sebagai bahan baku alternatif karena melimpah dan memiliki potensi untuk digunakan dalam pembuatan papan partikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan dan kadar air papan partikel memenuhi standar SNI, tetapi pengembangan tebal serta sifat mekanik (MoE dan MoR) masih belum sesuai dengan standar tersebut. Perlakuan terbaik adalah komposisi 75% serbuk kayu karet dan 25% tandan kosong kelapa sawit (Perlakuan B), yang memberikan nilai MoE tertinggi sebesar 3745,088 kgf/cm² dan MoR tertinggi sebesar 68,389 kgf/cm². Meskipun hasilnya masih di bawah standar SNI, perlakuan B dapat direkomendasikan untuk aplikasi yang memerlukan elastisitas dan kekuatan lentur sedang, seperti furnitur ringan atau material konstruksi berbeban sedang. Perbaikan dalam penggunaan perekat dan optimasi campuran dapat meningkatkan performa papan partikel agar lebih sesuai dengan standar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI