DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK ALIL ALKOHOL DARI ALIL KLORIDA DAN NATRIUM HIDROKSIDA DENGAN PROSES DOW AND SHELL KAPASITAS 33.000 TON/ TAHUN
PENGARANG:ANCELLA GRANDCIA YULIANA SANJARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-03-08


Prarancangan pabrik alil alkohol dilakukan dengan kapasitas produksi 33.000 ton per tahun menggunakan proses Dow and Shell, yang melibatkan reaksi antara alil klorida (C3H5Cl) dan natrium hidroksida (NaOH). Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang pabrik alil alkohol yang efisien guna memenuhi kebutuhan alil alkohol dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Proses produksi alil alkohol terdiri dari beberapa tahap utama: persiapan bahan baku, reaksi, serta pemisahan dan pemurnian produk. Dalam proses Dow dan Shell, alil klorida bereaksi dengan natrium hidroksida pada suhu 150 °C dan tekanan 1 atm selama 16,2 detik dengan konversi 95% , menghasilkan alil alkohol dengan yield 95%. Proses ini juga menghasilkan produk samping berupa dialil eter dengan yield 5%. Data impor dari seluruh dunia pada tahun 2021 merupakan puncaknya, dimana impor masuk ke berbagai negara terhitung sebanyak 352.967 ton/tahun. Proses produksi dimulai dengan bahan baku yang diproses di dalam reaktor Continuous Stirrer Tank Reactor  (CSTR) lalu dipisahkan produk utama dengan menara distilasi untuk memisahkan komponen yang diinginkan. Produk yang dihasilkan memiliki kemurnian 98%, yang menunjukkan efektivitas dari metode produksi yang digunakan.

Pabrik alil alkohol ini beroperasi selama 330 hari kerja dalam 1 tahun dan dioperasikan mulai tahun 2029. Lokasi yang dipilih adalah di Kawasan Industri Tangerang, Banten dengan luas 14.355 m2. Kebutuhan utilitas diambil dari Sungai Cisadane sebanyak 164,269.9889kg/jam. Sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik sebesar 2552,93040 kW disuplai dari PLN. Untuk mengantisipasi adanya pemadaman maupun saat terjadi perawatan, maka disediakan generator yang berlebih. Bahan bakar untuk generator maupun boiler tersebut dipakai solar sebanyak 408 liter/jam. 

Nilai Return on Investment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 59%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 1,45 tahun, sedangkan kapasitas Break Even Point (BEP) adalah 45% kapasitas dan Shut Down Point (SDP) adalah sebesar 36%. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI